Hingga Pertengahan Tahun, Realisasi Proyek Pengolaan Sampah Gili Trawangan Baru 10 Persen

Tanjung (Suara NTB) – Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, sedang berlangsung. Saat ini, progres pelaksanaannya diklaim mencapai 10 persen.

“Progresnya masih 10,8 persen, tetapi kita masih punya waktu sampai pekerjaan tuntas bulan Oktober,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DLHPKP) Lombok Utara, H. Rusdi, kepada wartawan, Kamis, 28 Juni 2018.

Iklan

Ia menjelaskan, pembangunan TPST berlangsung di areal lahan milik Pemda yang dibebaskan tahun 2017 lalu. Di lahan seluas 60 are tersebut, nantinya akan berlangsung aktivitas pengolahan sampah menjadi pupuk.

Proyek yang didanai dari DAK kementerian itu, akan dikerjakan hingga bulan Oktober mendatang. Pihaknya optimis, lancarnya tahapan pembangunan dapat mempercepat penyelesaian pekerjaan lebih cepat pada bulan September 2018. Sebab pengerjaan TPST dilakukan paralel dengan pembuatan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).

“Semua tahapan dari pusat, saat ini kita sedang menunggu alatnya dari pabrikan. Targetnya bisa tuntas bulan September, pokoknya sekarang ini dua-duanya sudah di atas 10 persen,” imbuhnya.

Sembari menunggu pengerjaan TPST, Dinas LH PKP Lombok Utara masih mengolah sampah di lahan TPA sewa yang ada di Gili Trawangan. Lahan TPA sementara itu masih dijadikan lokasi pembuangan sampah dari industri dan rumah tangga setempat.

Sejak lama dimanfaatkan, kondisi lahan TPA sewa sampai saat ini masih sanggup menampung sampah. Ia membantah jika lahan TPA sudah mengalami kelebihan kapasitas. “Tidak overload, kita masih pakai lahan sewa yang berada di dekat lahan yang dibeli Pemda. Nanti sampah di TPA sewa juga akan dikelola,” sambung Rusdi.

Kabar adanya penumpukan sampah di lahan TPA, diklaim Kadis Lingkungan Hidup bersifat temporer. Misalnya, pada perayaan Idul Fitri yang lalu, seluruh staf pembersih sampah diliburkan untuk menunaikan hari raya. Namun setelah perayaan lebaran, seluruh tenaga sampah diaktifkan lagi. “Kemarin sempat menumpuk, karena petugas libur menjalankan hari raya idul fitri, tapi saat ini sudah ditangani kembali,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, pelaksanaan pembangunan proyek TPST Gili Trawangan berjalan alot. Dimana proses tender proyek senilai Rp 21 miliar di pemerintah pusat dilakukan sampai 2 kali. Tidak hanya itu, di daerah juga harus menyiapkan lahan sebagai lokasi pembangunan. Sehingga penganggarannya dipercepat pada APBD Perubahan 2017 senilai Rp 6 miliar. Nantinya di lahan TPST itu, akan dilakukan pengolahan sampah (organik dan non organik), dan alat pengepakan sampah. (ari)