Hingga Maret, Bulog NTB Baru Serap 1.500 Ton Beras Petani

Mataram (suarantb.com) –  Kepala Bulog Divre NTB, Achmad Ma’mun mengatakan bahwa serapan Bulog terhitung dari Januari hingga 13 Maret 2017 telah mencapai 1.500 ton. Jumlah ini melebihi total produksi di tahun 2016 di periode yang sama yakni hanya mampu menyerap 690 ton.

“Sekarang sampai tanggal 13 Maret ini sudah dapat 1.500 ton. Sedangkan tahun lalu hanya 690 ton. Lebih dari 100 persen bedanya. Posisi nasionalnya kita di posisi 8 besar,” ujarnya usai mengahadiri sosialisasi pengadaan gabah/beras Bulog di Mataram, Selasa, 14 Maret 2017.

Iklan

Musim panen di NTB diprediksi terjadi pada akhir Maret hingga Mei 2017. Ma’mun menyatakan setelah musim panen tersebut, Bulog akan ditargetkan menyerap 100.000 ton beras pada awal bulan Juni tahun ini. Target serapan beras Bulog tahun 2017 mencapai 184.00 ton.

“Mulai panen rata-rata akhir Maret, April dan Mei. Jadi di awal Juni kita sudah bisa serap 60 persen dari target tahun ini, sekitar 100.000 ton, trennya biasanya seperti itu, ndak berubah,” katanya.

Selanjutnya, dalam menyinergikan penyerapan gabah dan beras, Ma’mun menjelaskan pihaknya turut berkoordinasi dengan divisi regional (divre) lain seperti Bali dan NTT.

Selain itu, Bulog juga bekerjasama dengan Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan  pangan, serta TNI dalam upaya meyerap pengadaan beras dan gabah dalam skala besar.

Selain itu, ia menjelaskan faktor penentu harga di pasaran. “Faktornya dua saja. Produksinya bertambah atau tidak, kemudian permintaannya bertambah ndak,” ungkapnya.

Ma’mun menyatakan umumnya, musim panen akan menyebabkan terjadinya produksi yang melimpah. Sedangkan dari sisi permintaan masih dalam kondisi tetap. Sehingga menyebabkan harga mengalami penurunan.

“Kalau mau panen besar harga turun. Karena produksinya melimpah. Ini yang harus dilihat, kalau ada harga turun berarti ada over supply, jadi tinggal mengatasi bagaimana agar harga turun ini bisa kita serap tapi tidak merugikan petani,” katanya.

Saat ini, sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) harga pembelian untuk Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp 3.700/Kg, Gabah Kering Giling (GKG) Rp 4.650 dan Beras medium seharga Rp 7.300/kg. (hvy)