Hindari Corona, Anggota DPRD NTB Dirumahkan Sementara Waktu

Mahdi Muhammad (Suara NTB)

Mataram (Suara NTB) – DPRD provinsi NTB memutuskan mengambil kebijakan untuk memperbolehkan anggota Dewan tidak masuk kantor. Mereka disarankan untuk kembali ke dapil masing-masing dan bekerja di rumah mereka. Hal itu dilakukan untuk alasan antisipasi keamanan dari penyebaran virus corona bagi para anggota wakil rakyat NTB tersebut.

“Selama 14 hari anggota tidak masuk kantor dulu, balik ke dapil masing-masing. Nanti tanggal 30 Maret kebijakan ini akan ditinjau kembali. Sementara ini mereka bekerja lewat teknologi, rapat-rapat bisa dilakukan lewat group WhatsApp, karena tidak boleh kumpul lebih dari 10 orang,” ujar Sekretaris DPRD NTB, Mahdi Muhammad yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu, 18 Maret 2020.

Menurut Mahdi, kebijakan tersebut diambil karena anggota Dewan merupakan bagian dari komponen penting unsur pimpinan daerah. Sehingga mereka diperbolehkan untuk melaksanakan tugasnya di dapil masing-masing.

“Mereka kerja di dapil masing-masing dulu, karena kunjungan kerja dalam daerah masih dimungkinkan.

Itupun kunjungan dapil diprioritaskan untuk khusus pengawasan penanganan Corona ini, mengecek kondisi sekolah-sekolah, bandara, dan fasilitas-fasilitas pelayanan umum lainnya. Serta memberikan sosialisasi terkait dengan informasi Corona yang benar, karena banyak informasi hoax yang menjebak masyarakat,” jelasnya.

Disampaikan Sekwan, semua agenda yang menyangkut dengan kegiatan tugas kedewanan di tunda sementara waktu selama dua pekan ini. Seperti rapat paripurna, dan rapat-rapat komisi. Begitu juga kegiatan-kegiatan kunker ke luar daerah dibatalkan semua. “Semua agenda-agenda dewan di reschedule dulu, ditiadakan untuk sementara sampai semua kondisi normal kembali,” katanya.

Diketahui semua anggota dewan telah diberikan vaksinisasi untuk menjaga imunitas dan kondisi kesehatan tubuh. Hal yang sama juga diberikan kepada seluruh pejabat struktural dan juga karyawan yang ada di lingkup Sekretariat DPRD NTB.

“Untuk pegawai kesekretariatan masih masuk seperti biasa, karena belum ada instruksi dari Gubernur sebagai pejabat pembina kepegawaian. Pelayanan malah dilakukan, karena masih banyak persoalan administrasi yang harus diselesaikan,” jelasnya.

Sementara itu upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di lingkungan kerja DPRD NTB. Pihak Sekretariat akan melakukan tindakan sterilisasi seperti penyemprotan disinfektan yang akan dilakukan oleh dinas kesehatan Provinsi NTB, sesuai jadwal akan dilakukan pada hari Jumat mendatang.

“Kita sudah pesan hand sanitizer tapi belum datang, akan dikirim dua tiga hari bisa datang, akan kita pasang di semua ruangan, Fraksi, komisi, pimpinan dan sekretariat. Sabun sudah dipasang di seluruh toilet. Alat pengukur suhu badan sudah kita pesan tiga biji, yang manual, jadi setiap orang yang masuk kantor, seluruh anggota, pegawai dan tamu yang datang masuk satu pintu, untuk pengecekan,” pungkasnya. (ndi)