Hidupkan Tradisi Maritim Sekotong Lewat Festival Air 2021

0
festival air digelar di Gili gede untuk menghidupkan lagi tradisi Maritim di wilayah perairan Sekotong

Giri Menang (suara NTB) – Lombok Barat terus melakukan berbagai upaya untuk membangkitkan dunia pariwisata dari keterpurukan saat pandemi Covid-19 merebak. Melalui Dinas Pariwisata setempat, berbagai pun even digelar. Seperti akhir pekan kemarin, Dispar berkolaborasi dengan pihak pengusaha hotel dan pihak terkait lainnya, menggelar Festival Air, mulai Sabtu (13/11/2021) hingga Minggu (14/11/2021).

Even yang diadakan di perairan Sekotong Lobar dan puncaknya di gelar di depan Thamarind Resort Gili Gede itu, menghidupkan kembali tradisi Maritim di wilayah paling selatan Lobar tersebut. Even ini pun disambut baik oleh Owner Thamarind Resort Gili Gede, Abubakar Abdullah. Dalam ucapan sambutannya yang disampaikannya dari atas speadboat, Anggota Komisi II DPRD Lobar itu mengatakan Festival Air tersebut seolah menyirami dahaga masyarakat sekitar akan hiburan.
Tak hanya itu, praktis event langka karena memang baru pertama kali di gelar di Lobar seolah membangkitkan tradisi maritim masyarakat nelayan dan pelaku wisata Sekotong. Demikian disampaikan Dikatakannya, Festival Air ini sekaligus sebagai awal untuk mengangkat kembali pariwisata Lobar dan menghidupkan budaya yang sudah lama menghilang dari perairan Sekotong yakni tradisi maritim itu. “Dengan ini kita hidupkan tradisi maritim yang sudah lama menghilang,” ujarnya penuh semangat.

IKLAN

Dia juga menambahkan, bahwa kegiatan tersebut menjadi shealing point. Menurutnya, permainan musik diatas air tidak banyak digelar. “Melalui event ini kita mencoba mengkolaborasikan dan menghidangkan aktraksi kearifan lokal seperti peresean dan perahu layar,” imbuhnya lagi. Mengenai pangsa pasar, Abubakar Abdullah mengatakan bahwa event tersebut akan dijual ke luar negeri menjadi sebagai target pasar. “Lombok adalah gerbang internasional, kita sambut peluang sebagai pintu masuk internasional. Saat ini Lombok menjadi trending topik, untuk itu kearifan lokal yang kita gali kembali, kalau dulu peresean adalah setetes darah untuk minta hujan,” jelasnya.

Lalu bagaimana dengan lomba perahu layar ? Pria yang juga anggota DPRD Lobar itu mengatakan kegiatan itu sebagai tradisi melahirkan nelayan yang tangguh. “Gili Gede ini menjadi poros perahu dunia, dulu Gili Gede ini menjadi entry port. Kita juga mencoba melempar event yang memiliki multyplayer efect,” pungkasnya kemudian.Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lobar Hj. Nurul Adha yang saat itu turut hadir mengaku sangat takjub dengan gelaran festival Air tersebut. “Ini luar biasa, ini sepenggal surga yang ada di Lobar. Kita diberikan keindahan alam yang menjadi potensi pariwisata kita,” katanya.

Dia berharap, Festival Air tersebut bisa membangkitkan pariwisata Lobar pasca pandemi, dan membangkitkan ekonomi masyarakat. “Mudahan pandemi segera berakhir, dan mudahan Lobar menjadi sepenggal surga di Indonesia bahkan dunia. Mudahan pula wisatawan terus mengalir,” harapnya singkat. Sekda Lobar, Dr. H. Baehaqi pun di alam sambutannya mengatakan bahwa gelaran festival air itu sebagai salah satu upaya mempertahankan budaya. “Kita tunjukkan bahwa lobar punya kearifan lokal yang bisa dijual kemana mana. Kita mampu, Sekotong ini indah Sekotong nyaman untuk dikunjungi,” ungkapnya.

Dikatakannya, melalui festival air kesempatan kitabunyuk hidupkan perekonomian kita. Pariwisata ini adalah lokomotif, penggerak sektor lainnya. “Sudah kelihatan pariwisata Lobar melalui destinasinya sudah bangkit. Ekonomi pun sudah mulai berjalan, mulai terasa dan terus bergerak,” tandasnya.Sementara itu, Budi salah seorang pegiat pariwisata Sekotong berharap event tersebut dijadikan dan masuk sebagai calendar of event Dinas Pariwisata Lobar. “Ini akan menjadi hal yang luar biasa. Kalau bisa juga diadakan disaat Bulan Juli tepat dengan hight season atau Agustus saat fix season. Maka dampaknya akan luar biasa,” singkatnya berharap. (Her)