Hiburan Organ Tunggal Dibubarkan Paksa

Aparat Polsek Ambalawi memberikan pemahaman kepada warga saat membubarkan paksa acara organ tunggal malam di wilayah hukum Polsek setempat akhir pekan kemarin.(Suara NTB/Ist)

Bima (Suara NTB) – Langkah dan upaya yang dilakukan oleh Aparat gabungan Polsek, Koramil dan Satuan Pol PP Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima untuk mencegah kerumunan dimasa pandemi Covid-19 perlu diikuti Aparat di wilayah hukum lain.

Pasalnya, di wilayah hukum Kecamatan Ambalawi acara atau kegiatan yang mengundang kerumunan, salahsatunya hiburan organ tunggal malam dalam hajatan dipastikan tidak akan diberikan izin. Jika ada yang ngotot menggelarnya bakal dibubarkan secara paksa.

Iklan

Kapolsek Ambalawi, Iptu Rusdin mengatakan pihaknya bersama anggota TNI dan Sat Pol PP Kecamatan Ambalawi sudah beberapa kali membubarkan acara organ tunggal malam. Terakhir yang dibubarkan dalam dua lokasi yang berbeda pada akhir pekan kemarin. “Minggu malam kemarin, ada dua hiburan organ tunggal malam yang kita bubarkan lokasinya di Desa Rite dan Mawu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ada beberapa alasan pihaknya tidak memberikan izin serta membubarkan paksa acara organ tunggal malam. Yang pertama, di Kecamatan Ambalawi sudah disepakati bersama acara ataupun hiburan malam dalam bentuk apapun selama masa pandemi Covid-19 ditiadakan.

“Sudah ada kesepakatan bersama tidak ada hiburan organ tunggal malam di Ambalawi. Kalau tetap digelar, ya kita bubarkan paksa,” ujarnya. Disamping itu Muspika dan seluruh Kepala Desa se kecamatan Ambalawi juga melarang adanya hiburan organ tunggal malam karena mempertimbangkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Sebab menurut pihaknya, selama ini organ tunggal malam banyak sisi negatif dari pada positifnya. Pasalsnya saat acara organ tunggal kerap dimanfaatkan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab sebagai ajang mabuk-mabukan, judi, miras, narkoba dan curanmor. “Kuatirnya akan berdampak meningkatnya angka kriminal dan konflik antar kampung di wilayah hukum Ambalawi,” ujarnya.

Ia menambahkan, upaya yang dilakukan pihaknya tersebut juga menuai pro dan kontra. Ada warga yang menolak dan ada yang mendukung. Namun bagi yang kontra atau menolak tetap diberikan pemahaman dengan baik. Setelah itu, semuanya menyadari karena hal ini untuk kebaikan bersama. “Pihak yang berhajat dan warga menyadari setelah diberikan pemahaman. Ditengah kondisi pandemi saat ini kita mengajak agar warga menjaga Kamtibmas dan menerapkan prokes untuk mencegah Covid-19,” pungkasnya. (uki)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional