Hiburan Ilegal Diduga Marak di Suranadi

Tim Forkompimcam Narmada saat turun melakukan penertiban tempat hiburan ilegal di Suranadi beberapa waktu lalu.(Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Satpol PP Lombok Barat (Lobar) dan aparat kepolisian dinilai tak serius alias angin-anginan menertibkan hiburan ilegal dan aktivitas sabung ayam di kawasan Suranadi kecamatan Narmada. Pasalnya,  keberadaan hiburan ilegal dan aktivitas sambung ayam meresahkan masyarakat setempat.

Anggota DPRD dapil Narmada – Lingsar, H. Sardian mengatakan bahwa aparat harus serius menangani masalah ini supaya jangan menjadi permalasahan sosial di masyarakat. Kalaupun memberantas sampai tuntas itu sulit, maka harus dilakukan secara pelan-pelan. “Satpol PP dan aparat harus tegas, jangan angin-anginan. Dan jangan sampai ada permainan,” tegas politisi PDIP ini.

Iklan

Jangan sampai kata dia, pihak pemda dan aparat hanya fokus menangani protokol kesehatan covid-19. Sedangkan masalah social dan penyakit kemasyarakatan justru dibiarkan. Padahal yang ikut sabung ayam ini menurut informasi mencapai ratusan orang. Mereka bahkan tidak mematuhi protokol kesehatan. “Jadi bukan melanggar aturan saja, tapi mereka tidak taat protokol kesehatan,” tegas dia. Pihaknya juga berharap pemerintah kecamatan lebih aktif lagi melakukan koordinasi dengan aparat terkait.

Sementara itu, Kasat Pol PP, Yeni mengatakan pihaknya dari awal sudah bersinergi dengan Kecamatan dan Polsek untuk penanganan. Bahkan langkah penertiban sudah dilakukan. Namun munculnya lagi aktivitas ini tentunya akan dilakukan penanganan.

Ia membantah dianggap angin-anginan menangani hiburan ilegal. Sebab pihaknya terus melakukan agenda patroli ke wilayah setempat. “Tapi sekarang kan lagi fokus untuk penerapan prokes, jadi butuh peran semua pihak. Tidak bisa kami saja,” jelas dia. Ia mengingatkan agar semua pihak berperan. Pihak kecamatan juga intens melakukan koordinasi dengan Satpol PP.

Camat Narmada, M. Busyairi mengakui tempat hiburan seperti kafe di Desa Suranadi masih marak. Hingga kini terdapat 20 lebih tempat hiburan yang diduga menyiapkan wanita penghibur beroperasi di daerah itu. Selain aktivitas hiburan ilegal, di beberapa titik di Narmada diduga masih marak sabung ayam. Ironisnya, sabung ayam ini diikuti ratusan orang. Pihak aparat pun diminta bertindak lebih tegas terhadap tempat hiburan ilegal dan aktivitas sabung ayam ini, karena meresahkan masyarakat.

Langkah penanganan yang dilakukan oleh Pemda, kecamatan dan pihak desa pun sudah berupaya maksimal di lapangan. Sejak awal keberadaan hiburan ini, pihaknya bersama Forkompimcam bersama Satpol PP turun melakukan sosialisasi dan pendekatan serta pembinaan. Pihaknya menyampaikan kepada pengelola, bahwa mereka tidak akan diberikan izin karena tidak dibolehkan oleh aturan atau Perda. Bahkan pihaknya turun razia ke lokasi.

Hasil razia yang dilakukan, pihak menyita miras, semua peralatan karaoke seperti sound sistem. Bahkan ada oknum yang diproses hukum dan disidang tipiring. Namun akibat tipiring, sanksi pidana dan denda ringan sehingga tidak ada efek jera bagi pelaku. Sehingga mereka tetap saja beroperasi.

Selain itu, pihaknya juga mendeteksi judi sabung ayam di empat titik, yakni di Suranadi tiga titik dan di Golong satu titik. Semuanya sudah dilakukan pembubaran oleh Forkompimcam. Setelah dibubarkan, ternyata mereka masih beraktivitas lagi karena adanya peluang. Di mana pihak aparat dan Pemda di serta kecamatan sendiri sibuk melakukan penegakan protokol kesehatan, sehingga aktivitas ini belum maksimal ditangani. “Sehingga kembali lagi beraktivitas,” ujar dia. (her)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional