HGN, Orang Tua Diingatkan Mampu Bersinergi dengan Guru

Upacara bendera memperingati HGN di MTsN 2 Loteng, Rabu, 25 November 2020. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Perayaan Hari Guru Nasional (HGN) serentak di penjuru tanah air diperingati setiap tangal 25 November. Hari istimewa bagi keluarga besar tenaga pendidik ini diperingati sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) No 78 tahun 1994.

Terkait dengan situasi yang tidak normal karena masih mewabahnya virus covid 19 ini, pelaksanaan upacara bendera sesuai dengan edaran empat menteri, bahwa yang boleh melaksanakan upacara bendera adalah daerah-daerah yang berstatus zona hijau dan kuning.

Iklan

Di MTsN 2 Lombok Tengah, pelaksanaan upacara berlangsung di lapangan madrasah setempat. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan, guru yang dipekerjakan di madrasah-madrasah swasta (Guru DPK), perwakilan siswa (OSIM), seluruh guru, staf dan perwakilan santri MIN 2 Lombok Tengah.

Kepala MTsN2 Lombok Tengah, Masdiono, dalam amanatnya menyampaikan pesan-pesan membangun yang sering disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim pada para guru, siswa, dan orang tua wali.

Masdiono menyampaikan betapa pentingnya sebuah kesehatan dan kebersihan, serta norma-norma kemanusiaan di dalam masyarakat. Dia juga menyatakan pendidikan itu bukan hanya bisa dilakukan di sekolah saja, melainkan dapat dilaksanakan melalui model yang saat ini diterapkan seperti belajar jarak jauh (daring).

Menurutnya pendidikan yang efektif akan bisa terwujud manakala tiga komponen yaitu guru, murid dan orang tua siswa harus dapat bekerja sama dengan saling mendukung.

Kegiatan upacara bendera ini adalah agenda wajib yang harus diikuti oleh seluruh keluarga besar madrasah. Dan sebagai bagian dari penghargaan, pemuliaan kepada para guru-guru bangsa yang telah berkorban untuk kemajuan Republik Indonesia.

Kepala Tata Usaha (KTU) Muhayat Efendi mengkonfirmasi, untuk tahun ini kegiatan menyemarakkan Hari Guru Nasional jauh berbeda dengan tahun- tahun sebelumnya.

“Karena kita terhalang oleh aturan yang tidak boleh menyelenggarakan acara dengan pelibatan massa yang banyak, perayaan HGN tahun ini dilaksanakan dengan konsep yang sederhana, tidak ada karnaval, dan acara – acara lomba, cukup upacara bendera, zikir dan do’a saja,” ujarnya.

Kegiatan upacara bendera sendiri, berlangsung Khidmat, seluruh peserta upacara tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan mengenakan masker dan menjaga jarak. (dys)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional