Hewan Langka di Dunia, BKIPM Lepas Ratusan Tukik untuk Kelestarian Penyu Lombok

Pelepasan tukik di Kuranji Dalang. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB)-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Mataram (BKIPM) melepas ratusan tukik (bayi penyu) di pesisir Pantai Kuranji Dalang, Kabupaten Lombok Barat untuk menjaga kelestarian penyu.

Pelepasan ratusan tukik ini dimaksudkan untuk menjaga kelestarian penyu-penyu yang ada di Lombok sebagai potensi yang tidak dimiliki negara manapun di dunia. Pelepasan ratusan tukik ini dilakukan bersama stakeholders terkiat, di antaranya Pegiat Kerabat Penyu Lombok.
Kepala BKIPM, Suprayogi di temui di kantornya, usai melakukan pelepasan ratusan tukik, Senin, 3 April 2021, mengatakan, kegiatannya ini menjadi rangkaian peringatan Bulan Mutu Karantina 2021 yaitu BKIPM Peduli Lingkungan, pentingnya kegiatan ini untuk menjaga lingkungan dan keberlanjutan dari ekosistem pantai dan pesisir, selain itu kegiatan ini merupakan edukasi kepada masyarakat pentingnya menjaga lingkungan khususnya lingkungan di sekitar pantai dari sampah dan pelestarian penyu untuk menjaga kelestarian biota laut.

Iklan

Tukik yang dilepasliarkan merupakan jenis penyu hijau, penyu lekang dan penyu sisik yang berasal dari konservasi kelompok masyarakat di sekitar pantai Kuranji Dalang. Di dunia ada tujuh titik yang menjadi habitat penyu. Satu di perairan Atlanta, enam di Indonesia. Dari enam ini, tiga diantaranya ada di Pulau Lombok tersebar di Kuranji Lombok Barat dan Pantai Mapak, Kota Mataram. Karena langkanya ini, pelepasan tukik diharapkan menjadi edukasi bagi masyarakat untuk menjaga kelestariannya. Tidak menangkap penyu, memakannya, apalagi menjual telur-telurnya.

Habitatnya juga harus dilesatarikan sebagai potensi yang luar biasa dimiliki NTB.
Suprayogi menambahkan, mengapa habitat penyu terbanyak di perairan Lombok, NTB? karena perairannya yang masih sangat mendukung, terutama dari sisi kebersihannya. Selain didukung karakteristik perairannya yang berkarang. “Tolong habitat penyu ini sama – sama dijaga. Bila perlu pemerintah juga terdepan berperan aktif menjaga kelestariannya. Karena keunikan ini bisa menjadi destinasi wisata edukasi penyu,” imbuhnya.

Masyarakat juga diingatkan untuk tetap menjaga kebersihan pantai. Agar perairan tak menjadi tong sampah. Dikhawatirkan sampah-sampah tersebut akan menjadi konsumsi penyu dan ikan-ikan lainnya yang dapat menyebabkan keterancaman kepunahannya. “Jangan juga membuang sampah di aliran sungai. Karena muaranya akan ke laut dan sampah-sampahnya bisa dikonsumsi oleh penyu dan ikan-ikan laut lainnya,” imbuhnya.

Sesuai rencana, ada 500 tukik yang akan dilepas. Baru 200 yang dilepas, sisanya menyusul. Selain itu, masih dalam peringatan Bulan Mutu Karantina 2021 Mei dan Juni, BKIPM Mataram juga akan melepas sebanyak 2021 ekor ikan bawel bintang di perairan Sekotong. Selain menaman ribuan mangrove di Pantai Cemara, Kabupaten Lombok Barat.

“Kita juga bagikan ribuan bungkus makanan olahan dari ikan untuk meningkatkan imun dan gemar makan ikan. Ikan-ikannya kita beli langsung dari nelayan disini. Kita berharap juga dampaknya bisa membantu perputaran ekonomi ditengah pandemi Covid-19,” demikian Suprayogi.(bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional