Hentikan Polemik Nama Bandara

Bandara Lombok. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Anggota Komisi IV DPR RI, Suryadi Jaya Purnama mengajak masyarakat NTB untuk tidak larut dalam polemik nama bandara internasional Lombok yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan. Lebih baik masyarakat bersiap menjadi bagian dari perkembangan Provinsi NTB, salah satunya sebagai tuan rumah MotoGP 2021 mendatang.

Suryadi yang akrab dipanggil SJP mengatakan, bandara internasional di Lombok adalah satu dari aset negara yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang secara kebetulan berada di Lombok Tengah.  “Bukan hanya milik dan kebanggaan masyarakat Lombok Tengah, tapi juga milik dan kebanggaan seluruh warga NTB,” ujarnya. Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan telah menyematkan menggunakan nama pahlawan nasional dari NTB untuk menamakan Bandara Intenasional Zainuddin Abdul Madjid. NTB memiliki pahlawan nasional, sehingga layak menggunakan nama Zainuddin Abdul Madjid sebagai nama bandara internasional di Lombok.

Nama Bandara lazim menggunakan nama tokoh atau pahlawan. Misalnya yang sudah ada, Bandara Sultan Salahuddin di Bima, Bandara Sultan M. Kaharuddin di Sumbawa, Bandara Ngurah Rai di Bali, dan hampir semua bandara menggunakan nama tokoh dan Pahlawan sebagai bentuk penghargaan atas jasa para tokoh dan pahlawan agar generasi selanjutnya bukan termasuk generasi yang lupa sejarah.

Masyarakat di daerah lain sangat bangga, kompak dan mendukung apabila tempat-tempat strategis menggunakan nama tokohnya untuk diabadikan. “Kita warga  NTB sudah sepatutnya bangga ada putra NTB bisa diabadikan secara nasional dan internasional,” imbuhnya. Penyematan nama-nama tokoh beberapa diantaranya juga dijumpai, misalnya.

Di Lombok ada nama jalan Anak Agung Gede Ngurah, Jalan Udayana, Jalan Gadjah Mada, dan lainnya yang bukan putra daerah. Bahkan banyak yang tidak mengetahui atau mungkin belum tentu berjasa untuk daerah. Tetapi oleh masyarakat diterima sebagai bentuk toleransi dan persatuan. “Karenanya dengan segala kerendahan hati, saya mengajak  warga NTB untuk kita menghentikan polemik nama bandara. Mari kita kompak saling dukung sebagai warga NTB. Masih banyak tokoh-tokoh kita yang harus kita abadikan di tempat strategis yang sedang dibangun oleh pemerintah, seperti pelabuhan internasional di Lombok Barat dan lainnya agar nama warga NTB semakin dikenal secara luas,” demikian SJP. (bul)