Hentikan, Pembangunan di Luar KEK Mandalika

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB meminta Pemda Lombok Tengah (Loteng) menghentikan  pembangunan di luar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang tak terkendali. Pembangunan di luar KEK Mandalika saat ini marak dan tak terkendali. Banyak bukit-bukit di sekitar KEK Mandalika yang dikeruk untuk pembangunan sarana prasana pariwisata.

‘’Pembangunan   di luar kawasan perlu diatur supaya tidak kontraproduktif. Itu bagiannya (kewenangan) Pemda. Jangan sampai nanti itu ada investor yang membangun di luar kawasan,’’ kata Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M.Sc, Ph.D  dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Selasa, 24 Oktober 2017 siang kemarin.

Iklan

Menurutnya, sudah ada komitmen dari Bupati Loteng untuk mengendalikan bahkan melarang pembangunan di luar KEK Mandalika. Artinya, pembangunan di dalam KEK Mandalika harus terbangun dulu baru kemudian daerah penyangganya.

‘’Jangan penyangganya dulu. Pemda Lombok Tengah harus selektif memberikan perizinan. Dan itu harus masuk dalam RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) Lombok Tengah. Yang punya kewenangan kabupaten. Itulah yang kita minta RDTR-nya,’’ kata Rosiady.

Pemda diharapkan mendukung Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai pengelola kawasan untuk mencegah investor membangun di luar KEK Mandalika. Untuk itu, dalam Perda RDTR harus jelas pengaturan pemanfaatan ruang di luar KEK Mandalika.

Terkait dengan pembangunan sejumlah fasilitas pariwisata di dalam KEK Mandalika, Sekda meminta ITDC untuk mengutamakan pemanfaatan tenaga kerja dan bahan lokal. Kebijakan saat membangun kawasan Nusa Dua Bali perlu ditiru. Di mana pada waktu itu, semua pembangunan hotel harus memanfaatkan genteng produksi lokal setempat.

Sehingga kebijakan ini dapat meningkatkan produksi genteng lokal setempat. Bahkan tumbuh menjadi industri genteng yang dapat memasok kebutuhan luar daerah sampai Lombok. ‘’Itu dasar kebijakan pemda supaya di sana  menggunakan produk lokal. Jangan sampai ada pasir didatangkan dari  luar daerah,’’ katanya.

KEK Mandalika sudah resmi beroperasi sejak diresmikan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) pada 20 Oktober lalu. Investasi yang masuk di KEK Mandalika mencapai Rp 13 triliun.

Saat ini sudah ada empat hotel yang sedang dan akan dibangun di KEK Mandalika dengan target beroperasi akhir tahun 2018 atau awal 2019.  Yaitu Hotel Royal Tulip 250 kamar, Hotel Pullman 251 kamar, Paramount Hotel 400 kamar dan Hotel X2 sebanyak 200 kamar.

Sampai 10 tahun ke depan ditargetkan ada 10.000 kamar hotel di KEK Mandalika. Target itu jauh melampaui pencapaian kawasan Nusa Dua, Bali yang juga dikembangkan dan dikelola oleh ITDC sejak tahun 1975.

Di Kawasan Nusa Dua, Bali yang luasnya sekitar 350 hektar, dibutuhkan waktu 20 tahun sampai lahannya habis tersewakan dengan total jumlah kamar 5.000. KEK Mandalika yang total luasnya hampir empat kali lipat dari Nusa Dua ditargetkan selesai dikembangkan dalam waktu 10 tahun dengan target 10.000 kamar. (nas)