Hengkang dari Demokrat, Djohan Sjamsu Pimpin PKB Lombok Utara

Tanjung (Suara NTB) – Bupati pertama Lombok Utara sekaligus mantan Ketua DPC Partai Demokrat Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH., resmi memimpin Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Cabang Lombok Utara. Djohan terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) PKB di Hotel Gondang Beach, Sabtu, 12 Mei 2018.

Dalam Muscablub tersebut, Ketua DPW PKB NTB, H. Lalu Hadrian Irfani, memimpin langsung gelaran musyawarah. Sore harinya, Djohan Sjamsu langsung dilantik oleh Pengurus DPP PKB, Fathan Subki.

Iklan

Sebelum meletakkan jabatan sebagai Ketua DPC PKB, Ali Syahbana pada kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya militansi kepengurusan di DPC PKB. Selama 2 periode memimpin PKB Lombok Utara, dirinya telah bekerja maksimal untuk membesarkan partai. Oleh karenanya ia berharap agar PKB ke depan, memperoleh dukungan lebih besar dari masyarakat.

Sebagaimana Musyawarah Luar Biasa adalah musyawarah yang berlangsung di luar agenda tetap, Muscablub kali ini tidak untuk dikonotasikan dengan praduga-praduga. Lalu Hadrian Irfani menegaskan, tidak ada yang keliru dalam kepemimpinan Ali Syahbana sebagai Ketua DPC sebelumnya. Ali tetap dianggap salah satu kader sekaligus pengurus terbaik di jajaran PKB daerah.

“Muscablub hari ini memang sudah lama diprogramkan oleh pengurus DPC PKB Lombok Utara. Mereka punya cita-cita lebih, punya target dan keinginan untuk membesarkan partai. Bukan karena Pak Ali Syahbana tidak layak memimpin, bukan pula karena Ali Syahbana melanggar AD/ART dan tata tertib partai, tidak. Tetapi justru Ali sendiri yang berinisiatif untuk mencari tokoh yang bisa mengangkat suara PKB di Lombok Utara,” kata Hadrian.

Berkaca pada Pileg 2014 lalu, perolehan suara PKB di KLU ia anggap cukup bagus dengan representasi 2 kursi DPRD. Jumlah ini bertambah dari 1 kursi pada periode sebelumnya. Namun demikian, para pengurus dan kader PKB di Lombok Utara menaruh ekspektasi besar pada perhelatan pesta demokrasi berikutnya baik Pileg maupun Pilkada KLU.

Hadrian melihat, potensi penambahan jumlah suara di Lombok Utara cukup besar. Bahkan jika mengacu pada kemampuan H. Djohan Sjamsu dalam menghadirkan 5 kursi DPRD pada tahun terakhir kepemimpinannya di Demokrat, maka representasi tersebut cukup beralasan untuk mempercayakan PKB kepada Djohan Sjamsu.

“Setelah berembug dan bermusyawarah, ternyata pilihan tokoh itu jatuh kepada pak haji Djohan Sjamsu. Kebetulan beliau juga merespon keinginan dari pengurus dan PAC PKB di Lombok Utara,” sambungnya.

Hadrian bahkan tidak ragu untuk memberi beban target jumlah kursi kepada mantan bupati Lombok Utara itu. Hadrian tak ingin muluk-muluk, dengan menyebut 5 kursi DPRD adalah target realistis yang dirasa bisa dicapai.

“Sesuai dengan tema Muscablub kita kali ini, yakni pemenangan Pemilu 2019 dan Pilkada 2020. Nanti kita sambil melihat, tentunya untuk menuju ke Pilkada 2020 kita lihat hasil di 2019. Kalau hasilnya ternyata PKB akan menjadi pemenang kenapa tidak kita calonkan kader PKB,” isyaratnya memberi dukungan.

Sementara itu, usai ditunjuk sebagai Ketua DPC PKB KLU, H. Djohan Sjamsu, SH., mengatakan jabatan sebagai Ketua PKB di Lombok Utara merupakan amanah dari DPP dan DPW. Sebagai politisi dan mantan pejabat yang berjasa membangun KLU, Djohan akan menggunakan mesin partai sebagai alat untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara.

“Kalau memang saya dipercaya untuk itu, kita akan berikhtiar sepenuh hati untuk memenangkan PKB di Lombok Utara. Tentu dengan semangat dan kerjasama bersama dengan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda,” katanya.

Lantas bagaimana dengan sikap politik PKB di pemerintahan? PKB Lombok Utara adalah salah satu partai yang mengusung dan mendukung pemerintah saat ini pada Pilkada 2015 lalu. Untuk itu ia berpesan, agar politisi PKB di DPRD tetap bersikap objektif dalam menyikapi kebijakan pemerintah. (ari)