Hendak Transaksi Sabu, Pelajar Diciduk Polisi

Kedua terduga pelaku transaksi narkoba pada saat diamankan beserta satu poket sabu siap edar dengan berat sekitar 0,22 gram di Mapolres KSB. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Sumbawa Barat, mengamankan seorang pelajar saat melakukan transaksi sabu di halaman masjid Agung Darussalam (komplek KTC). Pelaku yang diketahui berinisial RJH (16) warga kecamatan Brang Rea tidak berkutik lantaran tertangkap basah saat bertransaksi.

“Pelaku berhasil kita tangkap pada saat melakukan transaksi barang haram tersebut di halaman Masjid Agung Darussalam. Sementara dari tangan pelaku, kita berhasil amankan satu poket sabu siap edar dengan berat sekitar 0,22 gram,” ujar Kapolres Sumbawa Barat melalui Kasat Narkoba IPTU Budiman Perangin Angin SH, kepada Suara NTB, Jumat, 19 Juni 2020.

Iklan

Penangkapan terhadap pelaku, berawal dari informasi masyarakat terkait adanya transaksi narkoba di lokasi tersebut. Petugas yang sudah mengintai sejak lama, langsung mengikuti untuk dilakukan penangkapan. Pelaku juga terindikasi sebagai pengedar barang haram tersebut di kalangan pelajar.

Sementara, hasil keterangan dari pelaku barang haram tersebut diberikan oleh A alias Banteng dan saat ini masih terus dilakukan pengejaran. “Hasil pengakuan pelaku, sabu tersebut berasal dari A alias Banteng dan saat ini masih kami lakukan pengejaran,” ungkapnya.

Penangkapan terhadap pelaku merupakan kasus kesekian kalinya yang berhasil terungkap. Sementara itu, berdasarkan hasil pengakuan pelaku, barang haram ini diberikan oleh A untuk di jual ke temannya sesama pelajar. Pihaknya juga masih terus mendalami tersangka lain dalam kasus tersebut dengan harapan bandar besarnya bisa segera ditangkap. Sehingga kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres setempat bisa ditekan.

Selain barang bukti sabu, pihaknya juga mendapatkan barang bukti lain berupa uang tunai dan alat hisap. “Karena pelakunya masih di bawah umur, maka kita juga akan meminta pertimbangan dari LPA dan Bapas Sumbawa,” sebutnya.

Dirinya juga akan terus mengatensi merebaknya kasus ini di awal tahun 2020 dengan tetap menghimbau kepada orang tua untuk mengawasi pergaulan putra-putrinya. Karena pereradaran barang haram di KSB sudah cukup memperhatinkan karena kasus ini juga menyasar para pelajar di tingkat SMP. “Narkoba ini tetap akan menjadi atensi kami, kami juga meminta kepada orang tua untuk mengawasi anaknya. Sehingga kasus penyalahgunaan narkoba bisa semakin ditekan di KSB, ” tandasnya. (ils)