Hendak Kabur, Terduga Pengedar Sabu Asal Ampenan Dilumpuhkan Polisi

Mataram (suarantb.com) – Polisi menggerebek kos-kosan di Jalan Scorpio, Pejeruk, Ampenan, Kamis, 20 Oktober 2016. Pengedar narkoba diamankan saat hendak transaksi dengan pembeli. Para pelaku juga tengah bersiap pesta sabu.

Para pelaku pada saat itu diduga akan pesta sabu. Namun dapat digagalkan berkat penggerebekan tersebut. Pantauan suarantb.com di lokasi, pelaku berinisial BP (31) mengemis minta pertolongan setelah ia berhasil dilumpuhkan usai mencoba melarikan diri.

Iklan

BP diketahui merupakan warga Kelurahan  Banjar, Ampenan. Ia menyimpan sabu di dalam saku celana kirinya.

“Empat poket kristal bening diduga sabu,” ungkap Kasubdit II Ditresnarkoba melalui Kanit I, Kompol Agus Dwi Ananto di sela-sela penggerebekan.

2

Pelaku BP saat dilumpuhkan polisi dalam penggerebekan transaksi sabu di kawasan Pejeruk, Ampenan, Kamis, 20 Oktober 2016 (suarantb.com/szr)

 

Pada saku celana palaku yang juga merupakan residivis kasus narkoba tersebut ditemukan uang senilai Rp 1.465.000. “Diduga hasil transaksi narkoba di TKP,” terangnya.

Di dalam kamar juga ditemukan dua pelaku lainnya, yakni GZ alias JL (34) tetangga BS. Ditemukan satu poket sabu di atas tempat tidur dan alat kelengkapan hisap berupa bong serta korek api gas.

Pelaku lainnya yakni seorang gadis berinisial IS (26) tidak luput dari penangkapan. Warga Ampenan Selatan tersebut ditangkap saat berada di dalam kamar yang sama. “Mengakunya mau ngambil motor yang dipinjam. Tapi waktu diinterogasi dia jujur makai (sabu) juga,” ucap Agus.

Para pelaku dan barang bukti kemudian diamankan di Mapolda NTB untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan, empat poket kecil sabu milik BP itu total seberat 3,74 gram. Sementara barang bukti milik GZ seberat 0,99 gram.

“Dugaannya Si GZ ini pembelinya. BP pengedarnya,” jelasnya. BP diindikasikan sebagai pengedar narkoba. Hal tersebut diperkuat dengan barang bukti timbangan elektronik miliknya.

Agus menjelaskan, penyidik tengah menunggu hasil tes urine untuk menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba. Pelaku BP dan GZ disangkakan pasal 112 dan atau 114 pasal 127 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (szr)