BNN Antisipasi Narkoba Masuk Gili

Kepala BNNP NTB,  Gde Sugianyar Dwi Putra (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB menyasar pulau- pulau kecil atau gili di Pulau Lombok untuk identifikasi kasus narkotika. Tim BNN sedang gencar memetakan potensi masuknya narkoba dengan pencegahan dini melalui proteksi masyarakat lokal.

Sebagaimana  dilakukan Kepala BNN Provinsi NTB, Brigjen.Pol.Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra akhir pekan kemarin, saat mendatangi Gili Gede, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Menikmati pemandangan sambil gowes bersama BNN Cycling Community, Gde Sugianyar mendekati masyarakat lokal yang sedang beraktivitas di Dusun Gedang Siang, Desa Gili Gede Indah.

‘’Saya di sini untuk mengingatkan kepada bapak- bapak dan ibu- ibu, agar mewaspadai potensi masuknya narkoba. Kenali ciri- ciri narkoba dan pelakunya. Segera laporkan jika ada yang ditemukan mencurigakan,’’ pesan Gde Sugianyar kepada warga, lantas menyerahkan nomor ponsel dalam kartu nama.

Baca juga:  6.000 Orang Terpapar Narkoba di Mataram

Pada kesempatan itu, Kepala BNN memberi gambaran aturan yang meringankan bagi pengguna atau pecandu narkoba. Jika datang ke BNN atau instansi penegak hukum melapor diri, tidak akan diproses hokum. Melainkan ditindaklanjuti dengan rehabilitasi atau proses penyembuhan. ‘’Beda dengan ketika ditangkap, maka ancaman hukumannya adalah empat tahun penjara,’’ kata Gde Sugianyar.

Mendengar penjelasan itu, beragam respons warga. Ada yang geleng- geleng kepala, sebagian memilih opsi paling ringan, melapor agar tidak dipidana. Ada juga yang perpikir lebih sadar.  ‘’Ya, lebih  baik jangan pakai narkoba. Kan aman. Ndak perlu dipenjara dan ndak perlu direhabilitasi,’’ ujar Munawir, warga setempat.

Sepakat dengan itu, Kepala BNN mengimbau agar masyarakat benar- benar menjauhi narkoba dengan pola hidup sehat. Dengan kesadaran yang tinggi itu, ia yakin masyarakat Gili Gede akan mudah mendeteksi masuknya barang haram tersebut, selanjutnya berkoordinasi dengan masyarakat untuk langkah antisipasi.

Baca juga:  Mataram Darurat Narkoba

Kepala BNN juga mengabarkan keberhasilan pihaknya mengungkap 2 Kg  sabu dari warga Aceh. Barang bukti 2 Kg adalah jumlah yang fantastis dan terbesar di NTB, jika dihargakan senilai Rp3 miliar.

‘’Bisa dibayangkan, bagaimana kalau 2 Kg sabu itu masuk ke NTB. Maka 11.820 orang akan menjadi pemakai sabu  itu. Sangat berbahaya,’’ katanya.

Masyarakat pada kesempatan itu menyampaikan, belum sepenuhnya mengetahui jenis jenis narkoba, termasuk cirri- ciri pengguna dan membaca gelagat pelaku. Mereka berharap BNN turun secara khusus untuk memberikan sosialisasi pencegahan kasus narkoba. Keinginan itu direspons Sugianyar. Agenda, personel dan materi penjelasan disiapkan untuk forum yang lebih resmi dengan warga Gili Gede. Kepala BNN meyakinkan, masyarakat harus diproteksi sejak dini dengan mengenalkan ciri -ciri narkotika dan cara mengantisipasi. (ars)