Konsep Promosi Pariwisata BPPD NTB Dipertanyakan

Dewantoro Umbu Joka dan Anita Achmad (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Program promosi pariwisata NTB yang digawangi oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB dipertanyakan pelaku pariwisata. Sampai saat ini, BPPD dianggap belum menunjukkan arah yang jelas dalam menjalankan program-program promosinya.

Ketua Asita NTB, Dewantoro Umbu Joka, menerangkan dalam pertemuan antara pelaku pariwisata dengan pihak BPPD tidak ditemukan konsep yang jelas dalam rencana promosi pariwisata NTB. Untuk itu, Dewantoro menyebut bahwa sampai sekarang BPPD belum menunjukkan kinerja yang maksimal.

Menurut Dewantoro, pertemuan para pelaku pariwisata dengan BPPD membuahkan ide pembuatan voucher bagi wartawan luar negeri untuk meliput ke NTB. Hal itu dinilai tidak memiliki urgensi dan cenderung mengambil tugas dari para pelaku pariwisata sendiri.  ‘’Programnya (program promosi BPPD, Red) sendiri kita belum terlalu tahu apa. Saya belum paham soal voucher itu tujuannya apa,’’ ujar Dewantoro kepada Suara NTB, Rabu, 14 Agustus 2019 di Mataram.

Pembuatan paket wisata sendiri disebut Dewantoro terus dilakukan oleh para pelaku wisata, khususnya yang bergerak di bidang perjalanan wisata. Selain itu, paket tersebut telah disebarkan baik untuk wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal. Hal itulah yang disebut Dewantoro menjadi pertanyaan ketika BPPD memutuskan melakukan promosi dengan membagi-bagikan voucher bagi wartawan luar negeri. ‘’Orang (wartawan luar negeri, Red) ke sini kan pakai tiket juga. Kayaknya akomodasi (yang diberikan) kamar saja kalau program (BPPD, Red) kemarin itu,’’ ujarnya.

Baca juga:  Warisan Budaya Luar Biasa adalah Aset Pariwisata

Dewantoro sendiri berharap agar BPPD lebih memfokuskan programnya dalam branding dan pencitraan di daerah, yaitu penguatan pada konsep wisatanya. Selain itu, jika ingin melibatkan pelaku pariwisata secara aktif, Dewantoro menyebut perlunya pembahasan lebih lanjut untuk memperjelas posisi dan porsi kerja masing-masing. ‘’Mereka interal diperkuat dulu sehingga kalau memang dibutuhkan asosiasi-asosiasi ayo kita bicara soal program ke depan. Mestinya kan begitu,’’ tegas Dewantoro.

Selain pembahasan soal pembagian voucher bagi wartawan luar negeri, pertemuan BPPD dengan para pelaku pariwisata beberapa waktu lalu menghasilkan juga ide rencana perjalanan ke empat kota di Indonesia. Medan, Makassar, Surabaya, dan Bandung.

Walaupun begitu, Dewantoro juga menyangsingan konsep dan tujuan dari perjalanan tersebut. “Saya tanya kemarin kegiatannya apa (kunjungan) empat kota ini. Apakah kita bisnis to bisnis, bisnis to customer, atau kita bagaimana belum tahu,” ujar Dewantoro.

Disebutnya, pemilihan empat kota itu sendiri perlu dipertanyakan. Mengingat jalur transportasi udara ke empat kota tersebut tidak menyediakan penerbangan langsung. “Dengan kondisi tiket (mahal), berbayar bagasi ini harusnya dipilih yang direct flight (penerbagan langsung, Red). Kalau ke Medan (misalnya) itu harus transit,’’ pungkas Dewantoro.

Dikonfirmasi di tempat berbeda, Ketua BPPD NTB, Anita Achmad, menerangkan bahwa BPPD NTB memang akan menggencarkan promosi di negara Asia seperti Korea, Jepang, India, Cina, dan Thailand salah satunya dengan pembagian voucher wisata bagi agen perjalanan. Voucher itu nantinya akan mengakomodasi penginapan, makan, transportasi, dan pemandu wisata.

Baca juga:  Info Cuaca Penting untuk Strategi Pariwisata

Untuk wilayah lain seperti Australia disebut Anita akan diterapkan juga metode promosi serupa. Sedangkan untuk wilayah Eropa, Anita menerangkan pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa pelaku pariwisata di NTB untuk menyediakan akomodasi gratis berupa kamar hotel, kendaraan, makanan, serta paket tour lengkap bagi jurnalis dari BBC dan CNN. “Satu harapan (kita mereka bisa) membawa berita yang bagus ke negara dan media mereka,” sambungnya.

BPPD NTB sendiri sebelumnya telah mendapat suntikan dana operasional dari pemerintah sejumlah Rp750 juta. Menindaklanjuti pengalokasian dana tersebut ke depannya, Anita menyebut pertemuan dengan 33 orang pemilik hotel serta perwakilan asosiasi pelaku pariwisata di NTB yang telah dilakukan bertujuan untuk penyusunan peta potensi wisata dengan komprehensif.

‘’Kita kumpul pertama kita bicara soal pemetaan dulu. Jadi pemetaan itu sedang kita kerjakan,’’ ujar Anita. Untuk itu, Gubernur NTB sendiri disebutnya telah memberikan dukungan dengan menunjuk tim pembuat film yang juga akan digunakan sebagai media promosi. “Supaya antara peta saya cocok dengan visualnya,” sambungnya.

Peta itu sendiri disebut Anita akan memuat seluruh potensi wisata guna mempermudah para wisatawan menemukan tujuan wisata sesuai keinginan. Nantinya, peta yang disusun BPPD akan memuat informasi dalam beberapa bahasa seperti Indonesia, Inggris, dan Korea. “Nanti fixnya itu ada info destinasi, foto, dan beberapa bahasa,” pungkas Anita. (bay)