Tarik Perhatian Wisatawan Asing, Desa Senteluk Sulap Kawasan Kumuh Jadi Pelangi Kampung Nelayan

Ketua TP PKK NTB Hj Niken Saptarini Widyawati bersama Ketua TP PKK Lobar Hj Khairatun Fauzan Khalid saat berkunjung ke lokasi pelangi kampung nelayan Aiq Genit Desa Senteluk

Giri Menang (Suara NTB) – Desa Senteluk Kecamatan Batulayar kembali membuat gebrakan. Setelah membuka lokasi wisata Tanjung Bias yang sukses menyedot pengunjung lokal maupun mancanegara.  Kepala Desa Senteluk,  Fuad Abdul Rahman bersama jajarannya serta pemuda setempat membuat Pelangi Kampung Nelayan (PKN).

Seperti halnya tanjung bias, kampung nelayan ini diyakini akan ramai pengunjung. Bahkan belum dibuka untuk umum pun, kampung nelayan yang menjadikan rumah warga sebagai tempat wisata ini sudah mencuri perhatian wistawan asing.

Jumat kemarin, Ketua TP PKK Provinsi NTB yang juga istri Gubernur NTB, Hj Niken Saptarini dan Istri Bupati Lobar sekaligus Ketua TP PKK Lobar berkunjung ke lokasi pelangi kampung nelayan di desa tersebut. Dua istri pimpinan daerah ini melihat langsung kreativitas Pemdes dan warga setempat dalam menyulap kampung nelayan yang tadinya kumuh menjadi begitu indah.

Kades Senteluk,  Fuad Abdul Rahman yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, bahwa ide pembuatan Pelangi Kampung Nelayan ini berangkat dari kondisi banyaknya nelayan di daerahnya yang hidup miskin dan terkesan kumuh.  “Pelangi kampung nelayan ini, selain mengubah maindset kampung masyarakat yang kesannya kumuh, sehingga kami ingin buktikan bisa kampung nelayan ini diatur,  nelayan tidak kumuh,”jelas dia.

Kampung nelayan ini juga sebagai salah satu alaternatif wisata.  Sehingga di desain sedemikian rupa dengan diwarnai, dilengkapi beberapa hiasan pendukung lainnya. “Ini akan berkesinambungan bagi nelayan, agar bisa menjadi lokasi wisata yang bisa dikunjungi, ”jelas dia.

Ia ingin adanya kampung nelayan ini bisa menjadi alternatif usaha bagi warga untuk menambah penghasilan rumah tangga. Karena itu, di kampung nelayan ini nanti pihaknya akan mengajak masyarakat untuk disuguhkan hasil tangkapan yang bisa dikemas.

Sejauh ini jelas dia, pemikiran masyarkat sudah mulai terbentuk. Hal ini terlihat dari warga yang ikut berpartisipasi dalam pembuatan kampung nelayan ini. Disamping itu, kampung nelayan ini lebih banyak dibangun dari dari swadaya. Pihanya hanya membantu biaya pengecatan dari ADD.  “Artinya  sudah muncul kesadaran untuk ikut berpartisipasi, baik itu menjaga  kebersiha dan lain-lain,”imbuh dia.

Target ke depan,   nelayan bisa mencari nafkah bukan hanya dengan melaut saja sebab melaut sendiri ada waktu tertentu. Akan tetapi kampung nelayan ini bisa membantu perekonomian warga. Ia berharap Pemda bisa membantu desa dengan membangun akses jalan apalagi kata dia tempat ini sudah dikunjungi oleh Ibu Gubernur dan Ibu Bupati. Disamping sarana dasar untuk warga setempat seperti air bersih, ia berharap agar air PDAM bisa masuk.

Ketua TP PKK Provinsi NTB yang juga istri Gubernur NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati mengaku bangga dengan inisiatif desa dan warga dalam mengembangkan lokasi wisata seperti kampung nelayan dan Tanjung Bias. “Hal ini patut disyukuri bahwa ternyata masyatakat  kita mampu bangkit dan mandiri di atas kerja sendiri dan desanya sendiri untuk membuat usaha-usaha yang bagus, kita siap membantu termasuk kami harapkan media massa,”jelas Niken.

Menyoal keluhan yang menjadi kendala di desa setempat,seperti jalan dan air bersih. Menurut dia,  kampung nelayan ini merupakan rintisan yang satu-dua bulan dirintis. Menyangkut jalan perlu disuport oleh pemda dan dewan ikut membantu. Termasuk kata dia, soal sanitasi akan disampaikan ke pihak yang bisa membantu.

Sementara itu, Ketua TP PKK Lobar yang juga istri Bupati, Hj Khairatun Fauzan Khalid mengatakan, pihaknya berterima kasih atas kunjungan Ketua TP PKK NTB ke lokasi kampung nelayan.  Hal ini dia bagian dari promosi wisata desa. “Desa senteluk ini kami harapkan bisa menjadi contoh dan diikuti oleh deesa lain di Lobar,”jelas dia.

Terkait kendala yang dihadapi di desa itu, tentunya perlu ada kolaborasi Pemprov, pemda dengan kecamatan dan desa sehingga ke depan wisata di daerah ini bisa lebih baik. Ia berharap desa ini dicontoh oleh desa lain di Lobar. Sebab menurut dia,  keberadaan lokasi wisata ini tentu  salah satu penunjang ekonomi yang juga masuk dalam program PKK UP2K (Upaya peningkatan pendapatan keluarga) khususnya di desa. (her)