Samota Dapat Kucuran Dana Rp600 Miliar

Gunung Tambora, salah satu bagian dari Kawasan Samota. (Suara NTB/ars) 

Mataram (Suara NTB) – Pembangunan infrastruktur jalan di Kawasan Teluk Saleh, Moyo dan Tambora (Samota) di Pulau Sumbawa mendapatkan atensi dari Pemerintah Pusat. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan anggaran sekitar Rp600 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan provinsi dan kabupaten di kawasan Samota lewat Program Hibah Jalan Daerah (PHJD).

‘’Ada program hibah daerah, yang dapat kawasan Samota,’’ ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Ir. H. Azhar, MM dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, Senin, 8 Juli 2019.

Azhar menjelaskan, dana hibah yang diperoleh NTB lewat PHJD tersebut totalnya sebesar Rp600 miliar. ‘’Diperuntukkan bagi tiga Pemda, yakni Pemprov NTB, Pemda Kabupaten Sumbawa dan Pemda Kabupaten Dompu,’’ jelasnya.

Untuk Pemprov NTB mendapatkan dana hibah sebesar Rp100 miliar setahun. Sementara Kabupaten Sumbawa dan Dompu masing-masing  mendapatkan dana hibah sebesar Rp50 miliar setahun. Program dana hibah pembangunan infrastruktur jalan daerah ini akan dilaksanakan selama tiga tahun.

Artinya, selama tiga tahun, Pemprov akan mendapatkan anggaran sebesar Rp300 miliar. Sedangkan Kabupaten Sumbawa dan Dompu masing-masing memperoleh Rp150 miliar selama tiga tahun.

Khusus untuk Kabupaten Sumbawa, kata Azhar, dana hibah tersebut akan dipergunakan untuk memperbaiki jalan rusak ruas Sumbawa Besar – Batudulang-Batu Rotok. Sehiingga, jalan rusak yang sudah lama dikeluhkan masyarakat itu akan segera di atasi.

‘’Kalau di Dompu diarahkan ke daerah  kawasan Samota, Kecamatan Pekat. Ini untuk pembangunan infrastruktur jalan,’’ jelasnya.

Selain mendapatkan dukungan anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan di kawasan Samota. NTB juga mendapatkan hibah pemeliharaan jalan dari Pemerintah Australia lewat program PRIM.

Azhar menyebutkan, NTB akan memperoleh dana hibah program PRIM sebesar Rp4,6 miliar. Namun Pemprov harus mengalokasikan dulu dalam APBD sebesar Rp10,6 miliar untuk pemeliharaan jalan. Setelah proyek tuntas dikerjakan, Pemerintah Australia lewat program PRIM akan melakukan reimbers sebesar 40 persen atau Rp4,6 miliar. (nas)