Wisatawan Mancanegara Dominasi Pendakian Rinjani

Sekitar 70 sampai 80 persen, pendaki Gunung Rinjadi didominasi wisatawan mancanegara. Sedangkan sisanya wisatawan domestik. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mencatat jumlah wisatawan yang mendaki sejak pembukaan empat jalur pendakian 14 Juni lalu mencapai 1.512 orang. Sekitar 70 sampai 80 persen, pendaki didominasi wisatawan mancanegara. Sedangkan sisanya wisatawan domestik.

‘’Jumlah pendaki berkembang terus. Terakhir itu jumlahnya 1.512 orang. Antara 70-80 persen itu wisatawan mancanegara,’’ kata Kepala Balai TNGR, Sudiyono dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 3 Juli 2019 siang.

Ia mengatakan, kuota jumlah pendaki  masing-masing jalur pendakian masih belum penuh tiap hari. Pasalnya, pendakian ke Rinjani baru saja dibuka pertengahan Juni lalu.

Baca juga:  NTB Care tampung 18 Pengaduan, Infrastruktur dan Fasum Objek Wisata Dikeluhkan

Empat jalur pendakian yang dibuka yakni Sembalun, Senaru, Aik Berik dan Timbanuh. Untuk jalur Sembalun dan Senaru, jumlah pendaki dibatasi masing-masing 150 orang per hari. Sedangkan jalur Aik Berik dan Timbanuh, jumlah pendaki dibatasi masing-masing  100 orang per hari.

Dengan mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan,  pendakian dibatasi hanya sampai di Pelawangan. Pendaki tidak diperkenankan menuju puncak Rinjani dan Danau Segara Anak.

Terkait dengan musim kemarau yang melanda NTB, Sudiyono mengatakan petugas Balai TNGR siaga kebakaran hutan. Kepada semua pendaki diharapkan mematuhi aturan-aturan yang sudah ditetapkan. Jangan sampai menyalakan api sembarangan.

Baca juga:  Soal Awan Cantik di Gunung Rinjani, Ini Penjelasan BMKG

‘’Kami juga mengimbau masyarakat ketika membakar lahan di sekitar kawasan. Tolong diawasi, dikendalikan. Karena beberapa waktu lalu, bisa saja kebakaran itu efek pembukaan lahan,’’ katanya.

Ia menyebutkan, daerah Sembalun termasuk rawan terjadi kebakaran hutan. Daerah-daerah lainnya di kawasan TNGR yang mempunyai curah hujan yang rendah, juga berpotensi terjadi kebakaran. ‘’Yang penting masyarakat hati-hati. Kami siaga terus untuk pemantauan seperti kami lakukan kemarin,’’ pungkasnya. (nas)