Pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika Butuh Waktu 12 Bulan

Abdulbar M. Mansoer (suarantb.com/alfan)

Praya (Suara NTB) – Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar M. Mansoer menyatakan, konstruksi pembangunan sirkuit Mandalika akan mulai dilakukan September mendatang. Saat ini sedang dilakukan penyusunan Detailed Engineering Design (DED).

‘’Sedang disiapkan DED, baru September dibangun. Tapi sirkuit ini pekerjaan bukan sebesar bandara. Sirkuit ini bisa dikerjakan dalam waktu 12 bulan,’’ kata Abdulbar dikonfirmasi di sela-sela persiapan menyambut kunjungan kerja Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) di KEK Mandalika, Jumat, 17 Mei 2019 siang.

Dengan space waktu yang ada, Abdulbar mengatakan sirkuit Mandalika masih on time sebagai tempat balap MotoGP 2021. Ia menambahkan, pembangunan sirkuit tidak butuh waktu lama karena yang dibangun bukan stadion, tapi sirkuit jalanan.

Fasilitas lainnya seperti paddock dibangun semi permanen. Begitu juga tempat duduk penonton juga tidak permanen.

‘’Saat tak ada balapan, bisa dilipat, kita pindahkan. Jadi yang kita bangun hanya jalan sepanjang 4,3 Km. Fasilitas lighting dan lain-lain yang bersifat temporer,’’ jelasnya.

Abdulbar memperkirakan, jumlah wisatawan yang akan berkunjung menyaksikan MotoGP Mandalika antara 200.000 – 300.000 orang selama tiga hari. Sementara, fasilitas hotel yang tersedia di KEK Mandalika sampai akhir 2020 sekitar 1.000 kamar. Saat ini, ada tiga hotel yang sedang dibangun seperti Pullman, Paragon.

Karena jumlah kamar hotel yang tersedia belum mencukupi untuk menampung para pengunjung. Maka hotel-hotel di wilayah Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara bahkan Nusa Dua Bali akan disiapkan untuk menampung para pengunjung atau wisatawan.

Ia menyebut Sirkuit Buriram yang ada di Thailand lokasinya 400 Km dari Bangkok. Menurutnya, jarak antara Lombok dan Bali tidak terlalu jauh, butuh waktu 30 menit menggunakan pesawat.

‘’Kita akan siapkan Bali dan Utara Lombok. Karena fans MotoGP ini cenderung muda dan nomaden. Mereka lebih suka menginap bukan di hotel mewah. Sering menginap di vila-vila,’’ ujarnya.

Karena ITDC punya resort di Nusa Dua Bali. Maka akan dimanfaatkan juga menjadi tempat penginapan para tamu maupun wisatawan yang akan menyaksikan MotoGP di Sirkuit Mandalika. Di samping itu, ITDC juga akan menyiapkan tenda-tenda mewah pada lahan seluas 5 hektare di KEK Mandalika.

‘’Akan ada camp, tenda mewah. Bisa juga menjadi hotel permanen juga selama hotel yang besar sedang dibangun,’’ jelasnya. (nas)