Soal Pembebasan Lahan By-Pass, Jokowi Sarankan Ajak Masyarakat Bicara

Zulkieflimansyah dan Joko Widodo (Suara NTB/humasntb)

Praya (Suara NTB) – PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) diminta untuk segera menuntaskan persoalan sengketa lahan di jalur sirkuit MotoGP yang akan dibangun. Namun tentunya dengan cara-cara yang baik.

Permintaan tersebut disampaikan Presiden Ir. H. Joko Widodo (Jokowi), saat meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika Kuta, Jumat, 17 Mei 2019 kemarin.

‘’Ya nanti itu (sengketa lahan) urusan ITDC dengan Pak Gubernur (NTB),’’ ujarnya. Pihaknya pun yakin persoalan tersebut bisa diselesaikan. Asalkan masyarakat didekati dan diajak bicara dengan baik-baik.

‘’Ajak masyarakat bicara,’’ sarannya. Karena yang namanya persoalan lahan, kunci ada pada pola pendekatan yang dilakukan di lapangan. Dalam arti, bagaimana cara mendekati dan berbicara dengan masyarakat itu yang menentukan.

Baca juga:  Presiden Apresiasi Perkembangan KEK Mandalika

Presiden pun memastikan, persoalan sengketa lahan tidak akan sampai mengganggu rencana pembangunan sirkuit MotoGP. Soal ada sengketa lahan, ia meminta segera diselesaikan. ‘’Segera diputuskan. Kita ini bisa bicara tidak perlu harus ngotot-ngototan,’’ tegasnya.

Di tempat yang sama, Dirut ITDC Abdulbar M. Mansoer, menegaskan pihaknya siap menyelesaikan persolan sengekata lahan yang di lokasi pembangunan sirkuit MotoGP. “Kita bebaskan,” jawabnya singkat.

Saat ini total masih ada sekitar 5 hektar lahan yang belum dibebaskan di lokasi pembangunan sirkuit MotoGP. Lahan-lahan tersebut diketahui sudah berstatus inclave. Karena masyarakat memiliki dokumen kepemilikan lahan.

Baca juga:  Bank Dunia dan Pusat Fokus Kembangkan Infrastruktur 13 Kawasan Pariwisata di Lombok

Pihak ITDC sendiri sudah melakukan apreasi harga lahan di lahan-lahan yang akan dibebaskan tersebut. Dengan nilai appraisal antara Rp70 juta sampai 80 juta per are. Harga tersebut diyakini sudah di atas harga rata-rata lahan di sekitar kawasan. Sehingga masyarakat diyakini tidak akan merugi. ‘’Proses pembebasan lahan masih berjalan,” tandas Direktur Teknik dan Operasi ITDC, Ngurah Wirawan, saat dikonfirmasi sebelumnya. (kir)