Beli Kain Tenun Lombok, Jokowi Minta Tawar Harga

Presiden Jokowi didampingi Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, saat membeli kain tenun khas Lombok di Desa Wisata Sade, Pujut, Loteng, kemarin. (Suara NTB/humasntb)

Praya (Suara NTB) – Di sela-sela kunjungannya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyempatkan diri mengunjungi Desa Wisata Sade di Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah (Loteng).

Selain untuk melihat secara langsung kondisi Kampung Sade, orang nomor satu di Indonesia ini juga mampir untuk menunaikan salat Jumat di Masjid Nur Syahada, masjid kuno Sade. Sambutan hangat pun diberikan warga setempat.

Usai salat Jumat, Presiden Jokowi berserta rombongan menyempatkan diri bercengkrama dengan warga kampung setempat. Dan, sempat menyaksikan suguhan kesenian tradisional suku Sasak, Presiden sendiri tampak menikmati kunjungannya di kampung asli masyarakat suku Sasak tersebut.

Didampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc, Presiden Jokowi langsung berkeliling di Desa Sade yang terkenal dengan pelestarian adat istiadatnya.

Terlihat akrab, ke dua pemimpin ini singgah di salah satu gubuk di desa tersebut untuk melihat-lihat hasil karya masyarakat Desa Sade berupa kain tenun.

Tak hanya itu, Presiden Indonesia ke-7 ini terlihat tertarik dan langsung menawar kain tenun yang dipilihnya. ‘’Ini saya beli bu, tapi boleh saya tawar ya,’’ kata Jokowi dengan logat khasnya.

Doktor Zul yang menemani Jokowi pun ikut menawar kain yang telah dipilih tersebut. ‘’Bu, Presiden kita ini jarang-jarang ke Lombok, apalagi khusus ke Sade, kasih harga khusus buat Presiden ya,’’  cetusnya. Kain tenun khas Sade pun dibeli Jokowi.

Di akhir kunjungannya, Presiden Jokowi menyempatkan melayani warga yang datang untuk foto swafoto dan membagikan baju kaos. Sebelumnya Presiden bersama rombongan meninjau KEK Mandalika serta lokasi pembangunan jalur by pass LIA-KEK Mandalika di wilayah Dusun Songgong, Desa Sukadane, Pujut.

‘’Ini jelas satu kehormatan bagi kami masyarakat Kampung Sade, bisa dikunjungi oleh Presiden Indonesia,’’ ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Loteng, H. L. Putrie, mewakili warga Kampung Sade.

Warga berharap kehadiran Presiden Jokowi di Kampung Sade bisa semakin mengangkat nama Kampung Sade sebagai salah satu destinasi desa wisata yang ada di Loteng. Ke depan, warga berkomitmen untuk tetap menjaga orisinilitas Kampung Sade. Karena itulah aset budaya yang sangat berharga milik masyarakat suku Sasak.

“Kenapa Kampung Sade harus dipertahankan? Karena Kampung Sade bisa menjadi referensi bagi masyarakat Loteng ataupun luar Loteng. Jadi bagi yang ingin mengetahui bagaimana rumah adat serta tata cara kehidupan Suku Sasak bisa dilihat di Kampung Sade,’’ terangnya.

Sebagai destinasi wisata, Pemkab Loteng juga berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan Kampung Sade. Beberapa program pendukung tahun ini sudah disiapkan oleh Pemkab Loteng. Salah satunya penataan jalan setapak di dalam kampung. Yang saat ini masih menggunakan semen, ke depan akan diganti menggunakan batu. Dengan begitu diharapkan orisinilitas Kampung Sade bisa benar-benar terlihat.

Selain itu, pemerintah juga sudah menyiapkan rumah khusus (Rusus) bagi warga Kampung Sade yang ingin tinggal dirumah modern. Tanpa harus mengganti rumah asli yang ada di kawasan Kampung Sade. Sehingga model rumah tradisional yang menjadi ciri khas Kampung Sade bisa tetap terjaga.

‘’Sudah ada Rusus yang disiapkan bagi warga Kampung Sade yang ingin tinggal di rumah permanen. Tanpa mengganti rumah tradisionalnya. Karena untuk rumah tradisional tersebut diupayakan bisa tetap dijaga dan dilestarikan,’’ ujarnya. (kir)