Bulan Ramadhan, TGB Serukan Perkuat Silaturahmi

TGH. M. Zainul Majdi (Suara NTB/yon)

Mataram (Suara NTB) – Ketua Umum Dewan Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengungkapkan, bulan Ramadhan merupakan bulan istimewa. Bulan yang penuh dengan keberkahan dan semua amal kebaikan dilipatgandakan. Maka dari itu, momentum bulan Ramadhan sudah harus dihormati. Cara menghormati bulan Ramadhan yaitu memastikan umat Muslim melakukan hal-hal yang konstruktif, amal-amal yang bermanfaat baik amal individual maupun amal sosial.

Demikian diungkapkan TGH. M. Zainul Majdi yang akrab disapa TGB (Tuan Guru Bajang) kepada Suara NTB di kediamannya di Pancor, Selasa, 14 Mei 2019.

Baca juga:  Hilal Tak Terlihat di NTB, Awal Puasa Ramadhan Penuhi Dua Kriteria

Disampaikan TGB, diistimewakannya bulan Ramadhan tentunya menjadi kesempatan bagi setiap umat Muslim di dunia untuk lebih meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Mengingat besarnya keutaman di bulan Ramadhan, maka sangat disayangkan ketika Ramadhan hanya dibiarkan datang dan berlalu tanpa adanya usaha maksimal dalam melakukan berbagai amal saleh.

TGB menambahkan, bulan Ramadhan 1440 H berbarengan dengan perhelatan pesta demokrasi yang merupakan musyawarah tertinggi bagi rakyat Indonesia untuk memilih pemimpinnya. Maka dari itu, hadirnya Ramadhan setelah perhelatan politik itu dapat dimaknakan dan kesempatan untuk mengokohkan kembali silaturahmi. Tidak ada lagi sebutan 01 dan 02. Bahkan kata sebagian masyarakat terdapat istilah 03 yang diartikan persatuan Indonesia.

Baca juga:  Safari Ramadhan di Lobar, Gubernur Serahkan Bantuan Senilai Rp3,6 Miliar

Ataupun dalam konteks Ramadhan diistilahkan menjadi kosong-kosong yang artinya saling memaafkan dan merajut kembali semangat persaudaraan yang mungkin sedikit renggang karena terjadinya perbedaan afiliasi politik. ‘’Sehingga harus dijadikan semangat kosong-kosong di bulan Ramadhan menjadi penambah nilai ibadah di bulan yang mulia dan penuh berkah ini,’’ pesan TGB. (yon)