Input Kebutuhan Pegawai, Pemprov Tunggu Penetapan Kuota CPNS 2019

Fathurrahman (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) akan membuka 100.000 lowongan CPNS 2019. Pemprov NTB melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mengatakan telah melakukan input data kebutuhan pegawai lewat sistem e-formasi Kemen PANRB.

Selanjutnya, Pemprov tinggal menunggu jumlah kuota CPNS yang akan diberikan untuk Pemprov NTB dalam rekrutmen CPNS 2019. Kepala BKD NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si mengatakan pihaknya siap melaksanakan rekrutmen CPNS 2019.

Untuk penyampaian formasi yang dibutuhkan, Fathurrahman mengatakan sudah ada data kebutuhan pegawai seperti data-data sebelumnya sesuai hasil analisis jabatan (anjab) dan analisis beban kerja (ABK).

‘’Data masih ada sesuai kebutuhan kita yang dulu. Dan itu sudah ter-input dalam sistem e-formasi Kemen PANRB. Jadi, tinggal berapa  kuota yang diberikan kita saja,” kata Fathurrahman dikonfirmasi Suara NTB, Senin (13/5) siang.

Fathur mengatakan, posisi Pemprov saat ini menunggu kuota yang akan diberikan Kemen PANRB. Pasalnya, jumlah kebutuhan pegawai atau formasi jabatan yang dibutuhkan sudah disampaikan ke Kemen PANRB lewat sistem e-formasi. ‘’Tinggal prosesnya sama dengan dulu menunggu kuota,’’ terangnya.

Baca juga:  Tambah Libur, TKD 22 ASN akan Dipotong

Setelah memperoleh kuota CPNS 2019, selanjutnya akan dilakukan penyesuaian dengan jabatan-jabatan yang dibutuhkan. Ia menyebut, Pemprov NTB masih kekurangan tenaga guru dan tenaga kesehatan. Selain itu, Pemprov juga membutuhkan tenaga teknis seperti teknik sipil, arsitektur dan tenaga IT.

Untuk tenaga kesehatan seperti dokter spesialis, kata Fathur, sudah ke luar Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur batas usia maksimal pelamar dokter spesialis maksimal 40 tahun. Pada rekrutmen CPNS 2018, banyak formasi dokter spesialis dan dokter umum yang tak terisi alias tak ada pelamar karena persoalan usia maksimal pelamar yang berada di bawah 40 tahun.

Pemprov berharap, formasi tenaga kesehatan khususnya dokter spesialis yang tak terisi tahun lalu dapat terisi dalam rekrutmen CPNS tahun 2019. Pemprov juga berharap mendapatkan kuota CPNS yang lebih banyak dari tahun sebelumnya.

‘’Kalau kuota CPNS ndak ada masalah. Karena gaji dibayarkan pusat,’’ tuturnya.

Baca juga:  209 PNS Pemprov Pensiun, Usulan Formasi Pertimbangkan Kemampuan Fiskal Daerah

Diketahui, sesuai dengan hasil  ABK, kebutuhan  ASN  di Pemprov NTB untuk tenaga kesehatan, tenaga teknis, dan guru SMA/SMK/SLB totalnya ada 6.965 orang. Sementara, jumlah PNS yang tersedia untuk bidang-bidang baru tersebut hanya ada sekitar 2.362 orang.

Sehingga, Pemprov NTB masih kekurangan sekitar 4.603 PNS. Kekurangan PNS Pemprov ini dapat diisi dengan adanya rekrutmen CPNS tahun 2018 lalu. Kekurangan 4.603 PNS pada 2017 tersebut secara lebih detail terdiri dari tenaga kesehatan sejumlah 757 orang, tenaga teknis sejumlah 945 orang, guru SMA sebanyak 1.495 orang, guru SMK sebesar 1.322 orang, dan juga guru SLB sekitar 84 orang.

Dalam rekrutmen CPNS 2018, Pemprov NTB mendapatkan jatah 433 formasi, namun hanya terisi 380 formasi. Untuk formasi guru terisi 317 formasi, sisanya untuk formasi tenaga kesehatan 63 formasi. Melihat hasil rekrutmen CPNS 2018, Pemprov masih kekurangan 2.584 guru PNS dan 694 tenaga kesehatan yang berstatus PNS. Serta tenaga teknis sebanyak 945 orang. (nas)