Kementerian ESDM Rencanakan Perbaiki Dua PLTS Mangkrak di NTB

PLTS Komunal di Dusun Wadunggapi, Desa Pusu, Kecamatan langgudu, Kabupaten Bima mangkrak sejak 2014 lalu. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan merevitalisasi atau memperbaiki dua Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang mangkrak di NTB. Rencananya, dua PLTS yang akan direvitalisasi pada 2020, berada di Kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa.

Kepala Bidang Energi Dinas ESDM NTB, Yuliadi Ismono mengatakan, untuk PLTS yang akan direvitalisasi di Kabupaten Sumbawa adalah PLTS Labangka. Ia menjelaskan PLTS Labangka merupakan aset Kementerian ESDM.

‘’PLTS Labangka yang akan direvitalisasi. Tahun ini atau tahun depan revitalisasi dari kementerian. Itu punyanya kementerian, belum diserahkan ke daerah,’’ ujarnya dikonfirmasi Suara NTB di Mataram kemarin.

Setelah diperbaiki oleh Kementerian ESDM, maka aset tersebut akan diserahkan ke masing-masing Pemda kabupaten. Ia menjelaskan, Direktorat Jenderal Enegi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM telah mengundang Pemda kaitan dengan perbaikan atau revitalisasi PLTS Labangka.

Sementara untuk revitalisasi PLTS yang ada di Bima, Yuliadi mengatakan belum mengetahuinya. Tetapi pada saat Murenbang Tingkat Provinsi NTB di Mataram, Maret lalu, Sekjen Kementerian ESDM, Ego Syahrial menyebut dua PLTS yang akan direvitalisasi 2020. Dua PLTS tersebut berada di Kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa.

‘’Di Lombok Tengah juga ada, tapi aset pusat yang belum diserahkan ke pemerintah kabupaten. Kalau sudah selesai, berfungsi akan diserahkan ke kabupaten,’’ kata Yuliadi.

Data Dinas ESDM  NTB sebanyak

empat PLTS di NTB dalam kondisi rusak dan tak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat alias mangkrak. Empat PLTS yang mangkrak tersebut dibangun Kementerian ESDM melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

PLTS yang sudah lama rusak dan tak dapat difungsikan itu berada di empat lokasi. Yakni, PLTS Pusu kapasitas 15 kWp di Bima, PLTS Labangka kapasitas 1 MW di Sumbawa, PLTS Kidang 5 kWp di Lombok Tengah dan PLTS Batu Jangkih 15 kWp di Lombok Tengah.

PLTS Labangka kapasitas 1 MW di Kabupaten Sumbawa sampai sekarang belum diserahterimakan.  PLTS Labangka dibangun pada tahun 2012/2013 dengan nilai anggaran keseluruhan Rp31,8 miliar dan dibangun 70 unit pembangkit. Proyek ini dibangun pada lahan sekitar 3 hektare.

PLTS lainnya yang dalam kondisi mangkrak berada di Lombok Tengah. Yakni di Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur, kapasitas 5 kWp dibangun pada 2008 silam. Satu lagi dibangun di Dusun Semper, Desa Batu Jangkih, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah kapasitas 15 kWp dibangun pada 2012.

PLTS yang dibangun di NTB dari 2008 – 2016 sebanyak 58 unit. Pembangunan PLTS ini bukan hanya dari Kementerian ESDM, namun juga Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), CSR PLN dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang langsung ke pemerintah kabupaten. Rata-rata kapasitas PLTS yang dibangun sebesar 15 kWp. PLTS dengan kapasitas paling besar berada di Labangka sebesar 1 MW. (nas)