Lobar Batasi Jam Operasional Hiburan Malam Selama Puasa

Kepala Dispar Lobar,  Ispan Junaidi (Suara NTB/dok)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemda Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang pengaturan waktu operasional hiburan malam, spa, diskotik dan karaoke, biliar dan live music. Mengacu SE nomor 450/286/Dispar/2019 waktu operasional dibatasi mulai pukul 21.00-24.00 malam. Sejak 3 hari lalu, SE ini sudah dikirimkan Dinas terkait ke seluruh pengusaha di Lobar.  Bagi pihak pengelola yang tak patuh terhadap SE ini, sanksi menanti pengelola hiburan.

Kepala Dispar Lobar Ispan Junaidi, mengaku, setiap tahun mengeluarkan SE pada saat bulan puasa. Hal ini dalam rangka menjaga ketertiban dan keamanan agar tercipta situasi masyarakat yang kondusif. Terutama menghormati dan toleransi terhadap warga Muslim agar bisa khusyuk dalam melaksanakan ibadah puasa.

Dalam SE itu terdapat beberapa butir yang diatur, antara lain larangan memproduksi, memperdagangkan, menyimpan dan menggunakan atau membunyikan petasan baik mercon, kembang api, maupun sejenisnya dalam berbagai bentuk dan ukuran. “Ada juga pengaturan jam operasional kegiatan hiburan (live music),”tegasnya, Jumat,  3 Mei 2019.

Mengacu SE tersebut jam operasional dibatasi, seperti

spa mulai jam 21.00-23.00 Wita, karaoke mulai pukul 22.00-24.00 Wita, diskotik mulai jam 22.00-24.00, biliar mulai jam 22.00-24.00 dan live music mulai jam 22.00-24.00 Wita. Dalam SE itu, pemda menekankan kepada semua hiburan tutup dua hari pada awal Ramadhan dan dua hari sebelum Idul Fitri. Selain hiburan malam, SE itu juga mengatur terkait operasional restoran dan rumah makan selama puasa.

Selain jam operasional, semua hiburan juga diminta memperhatikan  batas ambang kebisingan sesuai dengan keputusan Menteri Lingkungan Hidup  nomor 48 tahun 1996 tentang baku tingkat kebisingan. Ispan mengatakan seluruh industri dan usaha yang bergerak di bidang pariwisata harus menaati SE ini, sebab SE ini harus dihormati sebagai bentuk saling menghargai dan menghormati serta toleransi bagi umat Islam yang melaksanakan puasa.

Untuk kegiatan pariwisata di bulan ramadhan ini, Ispan mengaku tidak ada. Pihaknya  hanya mem-back up kegiatan Pesona Ramadhan provinsi. Namun demikian, ia meyakini bulan puasa ini tak mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan sebab wisatawan asing pun tahu ketika bulan Ramadhan mereka harus bertoleransi. (her)