Sirkuit MotoGP Mandalika Ditargetkan Rampung Kurang Setahun

Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC)  kembali merilis master plan sirkuit MotoGP. Kali ini, lewat akun Instagram itdc_id,  menjelaskan spesifikasi sirkuit jalanan lengkap dengan panjang lebar, kapasitas paddock area, hingga fasilitas hospitality suites yang berkapasitas 7.700 penonton. Manajemen juga kembali memastikan, sirkuit akan dioperasikan 2021 mendatang. (Suara NTB/ig_itdc)

Mataram (Suara NTB) – Pembangunan sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika akan segera dilakukan. Rencananya, konstruksi pembangunan sirkuit akan mulai dilakukan September 2019 mendatang. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menargetkan pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika dapat rampung kurang dari setahun.

‘’Kemarin dirapat internal, pembangunan konstruksi sirkuit  tidak sampai satu tahun. Karena hanya membangun  konstruksi jalannya. Kalau tribun dan lain sebagainya, itu  knock down,’’ kata Komisaris ITDC, Drs. H. L. Gita Ariadi, M. Si dikonfirmasi disela-sela acara Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi di Balai Sosial Lanjut Usia (BSLU) Mandalika, Jumat, 3 Mei 2019.

Artinya, Sirkuit Mandalika sudah rampung sebelum 2020 berakhir. Saat ini, ITDC sedang menyusun perencanaan pembangunan sirkuit tersebut. Termasuk proses lelang dan lainnya. Setelah Bulan Puasa, lokasi pembangunan sirkuit akan dipagari. ‘’September, pembangunan fisik, konstruksi dimulai,’’ terangnya.

Setahun sebelum penyelenggaraan MotoGP 2021, pihak penyelenggara dalam hal ini Dorna akan melakukan evaluasi sambil menyusun jadwal pelaksanaan MotoGP di Mandalika. Apakah penyelenggaraan MotoGP akan diselenggarakan awal tahun, pertengahan tahun atau akhir tahun 2021.

Gita menjelaskan, sekarang ITDC sedang menyelesaikan persoalan lahan enclave di KEK Mandalika. Dalam tahap negosiasi yang dilakukan ITDC dengan warga, sudah banyak yang menemukan titik akhir atau kesepakatan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB ini mengatakan, penyelesaian lahan enclave di KEK Mandalika merupakan suatu keniscayaan sebelum dilakukan pembangunan fisik sirkuit. Bahkan, kata Gita, Pemprov NTB telah membentuk tim khusus untuk mendukung percepatan pembangunan dan keberadaan sirkuit MotoGP tersebut.

Baca juga:  Pemerintah Siapkan Langkah Percepat Pembebasan Lahan Sirkuit Mandalika

Di mana, semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB terlibat di dalam tim tersebut. Pemprov NTB, Pemda Lombok Tengah dan ITDC bersama-sama mengawal percepatan pembangunan sirkuit Mandalika.

Gita mengungkapkan pelaksanaan event MotoGP di Mandalika bukan hanya menyibukkan Lombok Tengah. Tetapi kegiatan tersebut juga akan berimbas ke kabupaten/kota lainnya di Pulau Lombok dan Sumbawa.

Di mana, para pengunjung akan membutuhkan hotel yang ada di Kota Mataram dan Lombok Barat. Selain itu, para penonton MotoGP juga akan berkunjung ke destinasi-destinasi wisata yang ada di NTB.

‘’Intinya ini kesempatan emas. Kita semua mulai membidik dengan cermat peluang-peluang yang bisa kita manfaatkan,’’katanya.

ITDC  telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp500 miliar, untuk membiayai pembangunan sirkuit MotoGP di KEK Mandalika. Anggaran tersebut nantinya akan disalurkan secara bertahap sesuai dengan tahapan pembangunan sirkuit.

Direktur Operasi dan Kontruksi ITDC, I Gusti Ngurah Wirawan anggaran tersebut bersumber dari dana pinjaman ITDC dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Yang memang diperuntukan membiayai pembangunan infrastruktur dasar kawasan Mandalika.

 ITDC total mengajukan pinjaman sekitar Rp3,6 triliun dari AIIB. Untuk membiayai pembangunan seluruh fasilitas pendukung kawasan. Termasuk sirkuit MotoGP tersebut. Karena memang sirkuit MotoGP yang dibangun itu nantinya mengusung konsep balapan jalan raya.

Jadi jalur balapan tersebut bisa dua fungsi. Saat tidak ada event balapan, sirkuit akan dibuka dan jalur balapan bisa diakses oleh masyarakat. Tapi kalau sedang ada event balapan, jalur akan ditutup selama event berlangsung.

Baca juga:  Rapat Terbatas dengan Gubernur NTB, Presiden Jamin Persiapan MotoGP 2021

Dalam proses pembangunan sirkuit MotoGP tersebut, untuk lintasan balasan ITDC akan membangun sampai lapisan atas saja. Sedangkan untuk lapisan akhir lintasan, itu akan menjadi tanggung jawab pihak Vinci. Karena untuk lapisan atas khusus untuk lintasan balapan, jenis aspal yang digunakan berbeda.

Untuk proses pembangunan sirkuit sendiri saat ini tengah dalam proses penyelesaian akhir desain sirkuit. Bersamaan dengan itu, pihak ITDC juga tengah mengupayakan pembebasan lahan yang akan terkena pembangunan sirkuit MotoGP. Untuk pembebasan lahan sejuah ini masih berjalan. Dari 5 hektar lahan yang harus dibebaskan, sudah sekitar 40 are yang proses pembayaran. Sisanya masih proses negosiasi harga lahan.

Untuk harga lahan sesuai hasil appraisal itu antara Rp 70 sampai 80 juta per are. Harga tersebut sudah di atas rata-rata harga pasaran. Jadi pemilik lahan tidak bakalan rugi. Sehingga pihaknyaberharap pengertian masyarakat pemilik lahan, bahwa harga lahan sudah dipatok dan tidak bisa lebih dari hasil penilaian appraisal.

Sembari menunggu proses pembebasan lahan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mulai melakukan pemagaran untuk jalur sirkuit. Jadi semua tahapan persiapan dilakukan hampir bersamaan. Dengan harapan, begitu memasuki bulan September mendatang semua persiapan sudah tuntas. (nas)