Selundupkan Narkoba 2,98 Kg, Dorfin Felix Dituntut 20 Tahun Penjara

Dorfin Felix beranjak dari kursi persidangan Pengadilan Negeri Mataram Senin, 29 April 2019. WNA Perancis ini dituntut 20 tahun penjara atas perbuatannya mengimpor narkoba seberat 2,89 Kg. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Warga negara asing asal Perancis, Dorfin Felix terancam hukuman penjara selama 20 tahun penjara. Hal itu setelah jaksa mengajukan tuntutannya dalam persidangan, Senin, 29 April 2019 di Pengadilan Negeri Mataram. Jaksa meyakini terdakwa terbukti mengimpor sabu seberat 2,98 kilogram lewat Lombok International Airport (LIA) September 2018 lalu.

Jaksa penuntut umum Ginung Pratidina membacakan surat tuntutannya di hadapan majelis hakim dengan ketua Isnurul Syamsul Arif, dan anggota majelis Didiek Jatmiko dan Ranto Indra Karta. Menurut Ginung, Dorfin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 113 ayat (2) UU RI No 35/2009 tentang narkotika. “Menuntut supaya majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 20 tahun,” tegasnya.

Baca juga:  Janda IRT Lanjutkan Bisnis Jual Sabu Suami

Selain itu, Ginung juga menuntut agar hakim menjatuhkan pidana denda sebesar Rp10 miliar terhadap terdakwa. “Apabila tidak dibayar maka diganti pidana satu tahun penjara,” imbuhnya. Sebab menurutnya, persidangan membuktikan perbuatan pidana Dorfin mengimpor sabu, amphetamine, ketamine dan metilendioksimetamfetamina atau ekstasi dengan total beratnya 2,989,74 gram. Dia diupah 5.000 euro atau setara Rp87 juta.

Caranya, Dorfin membawa dua koper dari Lyon, Perancis menuju Jakarta, Indonesia. Pesawat Lufthansa yang ditumpanginya lebih dulu transit di Frankfurt, Jerman dan Singapura dalam penerbangan Kamis 20 September 2018. Dorfin yang kopernya tidak terdeteksi selama penerbangan tersebut melanjutkan penerbangan ke Lombok, Jumat 21 September 2018 melaui Jakarta. Barang haram yang diimpornya itu baru terdeteksi mesin X-ray Bandara Lombok International Airport (LIA).

Baca juga:  Janda IRT Lanjutkan Bisnis Jual Sabu Suami

Narkoba berbagai jenis dalam sembilan paket di dua koper terbongkar petugas Bea Cukai Mataram. Dorfin ditangkap dan diserahkan ke Polda NTB untuk penyidikannya.

Menanggapi tuntutan tersebut, penasihat hukum terdakwa Deni Nur Indra mengajukan pembelaan yang bakal dibacakan notanya pada Senin pekan depan. (why)