Lidik Kasus KONI Berlanjut

Sarif Hidayat (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemilu belum sepenuhnya selesai, namun pihak Polda NTB mulai melanjutkan penyelidikan (lidik) kasus dana cabang olahraga (Cabor) pada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB. Sejumlah saksi diagendakan dipanggil.

Sebelumnya Ditreskrimsus Polda NTB mengeluarkan kebijakan penundaan penyelidikan semua kasus korupsi, dengan pertimbangan  konsentrasi pengamanan pada Pemilu. Setelah pencoblosan selesai, penyidik membuka kembali penyelidikan. “Kita sedang lanjutkan penyelidikannya sekarang,” kata Kasubdit III Tipikor, AKBP Sarif Hidayat, SH.,SIK kepada Suara NTB, Kamis, 25 April 2019.

Tindaklanjutnya, pemeriksaan saksi-saksi Cabor yang belum selesai dimintai keterangan sebelumnya. Penyidik masih butuh keterangan saksi untuk melengkapi penyelidikan terkait dugaan masalah pada penggunaan dana Pelatda tahun 2018.

Baca juga:  Kasus BOS SLB Kota Bima Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan penyimpangan dana penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X NTB masih itu pada klarifikasi sejumlah pihak. Diantaranya klarifikasi pengurus cabang olahraga peserta Porprov X tersebut. Penyidik mendalami pengelolaan dana.

‘’Kita masih verifikasi Cabor-cabor,’’ sambungnya.

Dia menyebutkan, setidaknya sudah empat pengurus Cabor yang dimintai keterangan penyidik Subdit III Tipikor.’’“Satu-satu kita verifikasi. Nanti ke pihak-pihak lainnya juga,’’ tandasnya.

Penyidik menelusuri sumber dan penggunaan anggaran operasional KONI tahun 2018. Salah satunya penyelenggaraan Porprov X NTB. Sumber anggaran diantaranya dari dana hibah APBD Perubahan Provinsi NTB tahun 2018 sebesar Rp10 miliar, urunan pemerintah kabupaten/kota, dan sponsor.

Baca juga:  Temuan Awal Kasus Dana KONI, Ada Indikasi Kelalaian Administrasi

Urunan anggaran dari 10 kabupaten/kota mencapai Rp3,331 miliar. Pemkot Bima paling banyak menyumbang dengan Rp437,2 juta sampai yang paling kecil Rp125 juta dari Pemkab Lombok Utara.

Urunan tersebut ditentukan jumlah atlet dan oficial, yang dipakai untuk akomodasi, konsumsi selama penyelenggaraan Porprov. Sementara dana hibah ditambah juga untuk insentif wasit. Penggunaan angggaran pun meliputi penyewaan venue dan pengadaan item pendukung kegiatan lain. (ars)