Sidak Rekapitulasi PPK, TNI dan KPU Temukan Petugas Kelelahan

Petugas medis dari RSAD saat memberikan pelayanan kesehatan Rabu, 24 April 2019 di Kantor Camat Mataram kepada petugas PPK yang kelelahan melakukan rekapitulasi suara. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB)  – Danrem 162/WB Kol. CZI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han  bersama KPU Provinsi NTB melakukan sidak, Rabu, 24 April 2019 ke sejumlah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).  Ditemukan situasi petugas kelelahan karena  secara maraton lima hari lima malam melakukan rekapitulasi suara.

Sidak Danrem mengajak Sekretaris KPUD Provinsi NTB Mars Anzhori, berawal di Kantor Camat Kota Mataram sekitar pukul 09.30 Wita. Saat itu, proses rekapitulasi berlangsung di tenda halaman belakang kantor camat. Melihat situasi memperihatinkan itu, Danrem yang membawa serta tim medis dari Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) , langsung memberikan pelayanan kesehatan. Seluruh petugas rekapitulasi, saksi partai, hingga aparat keamanan diperiksa dan diberikan vitamin untuk memulihkan kondisi kesehatannya.

Di hadapan Danrem, Ketua PPK Mataram, Marzuki mengakui kondisi petugas yang kelelahan. Bahkan satu orang petugasnya drop dan sakit.

‘’Sempat juga anggota kami ada yang drop. Jadi Alhamdulillah ada bantuan vitamin,’’ katanya. Agar petugas PPK tidak tumbang, pihaknya membatasi rekapitulasi yang masih enam kelurahan dilakukan sampai pPukul 22.00  Wita. Sementara yang baru dituntaskan tiga kelurahan selama lima hari terakhir.

Baca juga:  Safari Ramadhan di Dompu, Gubernur Apresiasi Sikap Warga di Pemilu 2019

Panwascam Mataram, Muhammad Alimin juga menyampaikan hal sama bahwa petugas teler akibat kelelahan. ‘’Karena sebelum pencoblosan, teman-teman petugas ini sudah lembur. Saat pencoblosan sampai rekapitulasi juga lembur.  Makanya kurang fit kondisinya,’’ aku Muhammad Alimin terkait temuannya.

Sidak berlanjut di Cakranegara dan Kecamatan Narmada Lombok Barat.   Ketua PPK Narmada Haryadi Susanto menyampaikan rekapitulasi di tingkat PPK dimulai Sabtu lalu dan sudah menyelesaikan 17 desa. “Hanya tinggal satu desa,” sebutnya.

Keseluruhan kondisi petugas PPK Narmada diakuinya masih fit. Namun diakui ada yang sempat drop karena kelelahan namun sudah pulih. Secara keseluruhan diakuinya lancar.

Sidak Danrem 162/WB bersama Sekretaris KPU NTB tersebut dalam rangka melihat secara langsung proses rekapitulasi tingkat kecamatan, sekaligus mengecek kondisi kesehatan petugas.

‘’Kita sangat berharap banyak dari para petugas ini. Karena mereka ujung tombak suksesnya Pemilu. Kasihan kalau kondisinya drop. Makanya kita bawakan petugas medis untuk berikan pelayanan kesehatan,’’ katanya.

Danrem mengaku prihatin. Sebab para petugas PPK nonstop bertugas mulai dari persiapan pelaksanaan pencoblosan sampai dengan penghitungan suara. Pemilu serentak mulai dari Pilpres hingga Pileg membuat pekerjaan menjadi menumpuk dan menguras energi.

Baca juga:  Safari Ramadhan di Dompu, Gubernur Apresiasi Sikap Warga di Pemilu 2019

‘’Tim medis  kita bawa untuk mengecek kesehatan mereka mulai dari tensi hingga pemberian vitamin dengan harapan proses rakapitulasi berjalan lancar,’’ kata Danrem.

Sementara Sekretaris KPU NTB Mars Anzhori mengakui, situasi dialami petugas PPK itu terjadi secara nasional.  mereka harus bertugas siang malam sampai 28 April mendatang. Jika belum juga selesai, maka akan dikoordinasikan untuk penambahan waktu.

Beban kerja yang tinggi, selain membuat petugas kelelahan, juga ada yang meninggal dunia. Dalam catatannya, selain tiga orang meninggal dunia, ratusan lainnya sakit akibat drop. Jumlah yang sakit se NTB tercatat 114 orang. Baik yang sakit maupun meninggal dunia, akan diberikan tunjuangan dari KPU RI.

 ‘’Ini sudah kami laporkan kepada KPU RI, insya Allah KPU RI nanti rencananya akan memberikan santunan baik kepada yang meninggal maupun yang sakit,’’ ujarnya. (ars)