Rp 2,2 Triliun Dana Gempa Belum Ditransfer

Mohammad Rum (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Sedikitnya Rp2,2 triliun dana penanganan dampak gempa yang belum ditransfer dari rekening masyarakat ke kelompok masyarakat (Pokmas).  Lambannya proses pendebitan dari rekening masyarakat, menjadi faktor penyebab. Sementara batas waktu pendebitan per tanggal 7 Mei 2019 mendatang.

Dari total Rp5,1 triliun dana transfer Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), semuanya sudah masuk ke rekening masyarakat. Namun data per 23 April 2019, sebesar Rp2,2 triliun belum ditransfer ke rekening Pokmas. Sementara, untuk bisa dipakai membangun rumah rusak akibat gempa, harus didebit  dari rekening masyarakat.

Baca juga:  BNPB Siapkan Rp 1 Triliun Pengganti Data Anomali Korban Gempa

‘’Jadi data terakhir yang belum didebit Rp 2.269.080.000.000. Jadi  nanti fasilitator yang akan mendorong percepatan pendebitan. Sementara yang sudah didebit Rp 2.831.087.000.000,’’ sebut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ir. H. Mohammad Rum, MT, Selasa (23/4).

Proses pendebitan saat ini diakuinya sangat lamban karena beberapa faktor kendala teknis.  Demi mengejar batas waktu pencairan, Rum mengaku sudah menerbitkan surat percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi penanganan rumah rusak akibat gempa. Poin pertama terkait, agar seluruh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dana Siap Pakai (DSP) pada BPBD Kabupaten dan Kota, Pokmas dan BRI agar segera mempercepat pendebitan.

Baca juga:  Aparat Awasi Pembangunan RTG

Salah satu kebijakan untuk proses percepatan pendebitan, cukup dengan mengisi formulir atau rekomendasi yang ditandatangani Ketua Pokmas dan seluruh anggota.

Dalam surat yang sama, setelah proses pendebitan pihaknya juga mengatur mekanisme pembayaran material dari Pokmas ke aplikator atau suplier, ditangani oleh ketua Pokmas dan mengetahui fasilitator yang mendampingi. ‘’Pembayaran dilakukan dengan pola carry and cash, sesuai  progres pekerjaan di lapangan,’’ ujarnya. (ars)