Gubernur Cari Resolusi untuk Problem Merkuri di Sekotong

Zulkieflimansyah (Suara NTB/humasntb)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc menyatakan Pemda masih mencari resolusi kaitan dengan pengembangan pariwisata dan tambang emas di Sekotong, Lombok Barat. Informasi awal yang diperoleh bahwa kawasan tambang emas Sekotong tingkat pencemaran merkurinya cukup tinggi.

Namun informasi dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan media asing terkait dengan temuan tingginya tingkat pencemaran merkuri di sekitar wilayah tambang emas Sekotong perlu didalami lagi. Menurutnya, informasi ini perlu dicek kebenarannya.

‘’Karena ini pilihan sulit, ada potensi tambang yang sangat besar. Tapi pada saat yang sama itu punya implikasi pada pariwisata. Apakah tambang dan pariwisata dapat  berjalan secara paralel, kita akan cari teknologi yang tidak merusak lingkungan,’’ kata gubernur dikonfirmasi usai melantik dan mengambil sumpah jabatan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat periode 2019-2024 di Mataram, Selasa, 23 April 2019.

Gubernur mengatakan, sekarang ada teknologi bahwa tambang dapat dijadikan tempat wisata. Namun, apabila mengembangkan dua potensi daerah tersebut berat, maka pariwisata yang dikembangkan.

‘’Kalau memang tidak sanggup, pariwisata di kedepankan dan tambangnya mengalah. Masih dicari resolusi yang pas,’’ kata gubernur.

Menurut Dr.Zul, Lombok Barat merupakan daerah yang sangat indah. Sehingga mau tidak mau sektor pariwisata harus menjadi fokus dikembangkan Pemkab Lobar di bawah kepemimpinan H. Fauzan Khalid dan Hj. Sumiatun (Zaitun). Termasuk terus memperhatikan persoalan sampah terutama di daerah-daerah wisata.

‘’Memang Lombok Barat, Sekotong ini menurut informasi yang sampai kepada kami, pencemarannya termasuk tinggi. Tapi ini harus diverifikasi kembali,’’ katanya. (nas)