Perkiraan Suara Dapil Kota Mataram : Golkar Anjlok, PKS Raih Kursi Terakhir

Mataram (Suara NTB) – Rekapitulasi perolehan suara Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 masih berlangsung di tingkat kecamatan. Meski demikian, hasil sementara Pemilu DPRD Provinsi NTB dari Dapil I Kota Mataram sudah dapat dipetakan berdasarkan rekapitulasi perolehan suara yang dilakukan internal partai maupun oleh Caleg secara mandiri.

Dua sumber data sementara Suara NTB, memperlihatkan perkiraan yang sama mengenai siapa saja sosok calon Anggota DPRD NTB yang akan terpilih dari Dapil I Kota Mataram. Dua data itu bersumber dari Caleg Dapil I Kota Mataram dari PPP, H. Muzihir dan data internal PKS.

Berdasarkan data Muzihir, partai politik yang diprediksi kuat akan mendapatkan jatah kursi dari Dapil I, mengerucut ke lima partai. Yakni, Partai Gerindra, PPP, PDIP, Golkar dan PKS.

Data milik Muzihir juga memperlihatkan sebaran besaran suara lima partai tersebut. Partai Gerindra diperkirakan memimpin perolehan suara di Dapil I Kota Mataram, dengan dukungan sebesar 28.819 suara. Perolehan suara kedua ditempati PPP yang mengumpulkan 21.398 suara. Urutan ketiga perolehan suara menjadi milik PDIP dengan dukungan sebesar 21.348.

Kemudian, Partai Golkar yang selama ini terkenal sebagai langganan pemenang Pemilu di Kota Mataram, terjun ke posisi empat. Sejauh ini, partai beringin tersebut hanya mengumpulkan 18.377 suara. Terakhir, PKS berhasil masuk ke urutan lima besar perolehan suara dengan 17.547 suara. Partai Demokrat yang sebelumnya masuk lima besar, tergeser oleh PKS ke posisi enam dengan selisih  suara sebesar 7244. Demokrat diperkirakan hanya mampu mengumpulkan suara sebanyak 10.303.

Muzihir yang dikonfirmasi terkait data perolehan suara parpol di Dapil I Kota Mataram itu, membenarkan data tersebut merupakan hasil rekapitulasi dari tim internalnya sendiri. Perolehan suara tersebut bersumber dari data C1 yang dikumpulkan serta diolah bersama timnya.

Disampaikan Muzihir, sampai saat ini, dari 1.246 TPS di Kota Mataram, pihaknya telah mengantongi data C1 dari 929 TPS. Sehingga, data C1 yang sudah masuk sebesar 74,56 persen. Dengan masuknya data C1 sebesar 74 persen lebih itu, ia meyakini kecil kemungkinan terjadi perubahan posisi perolehan suara partai.

‘’Data kita valid dari C1, kita berani keluarkan karena data C1 yang sudah masuk sudah di atas 70 persen dan yang belum masuk 317 TPS. Sehingga gambaran perolehan suara partai sampai akhir, tidak akan berubah banyak,’’ katanya, Senin, 22 April 2019.

Selain memetakan perolehan suara masing-masing partai, Muzihir juga menghitung perolehan suara masing-masing Caleg partai. Sehingga dari data C1 yang diolahnya, Muzihir juga sudah dapat memprediksi siapa Caleg yang berpeluang memperoleh kursi.

Data sementara yang diperoleh Muzihir tersebut memperlihatkan, kursi untuk Partai Gerindra, akan diraih Caleg nomor urut satu, atas nama H. Ridwan Hidayat, dengan perolehan suara sebesar 11.161. Ridwan mengungguli perolehan suara Caleg petahana, H. Abdul Karim, yang diperkirakan hanya mengumpulkan 7.037 suara.

Sementara kursi untuk PPP, diprediksi masih menjadi milik Caleg petahana, yakni H. Muzihir sendiri. Perolehan suara Muzihir pada Pileg

2019 ini melonjak cukup signifikan dibandingkan Pileg 2014 lalu. Sekarang Muzihir berhasil mengumpulkan dukungan sebesar 16.487 suara. Dengan raihan suara tersebut, Muzihir diperkirakan menjadi Caleg dengan perolehan suara terbesar di Dapil I Mataram.

Untuk PDIP, perolehan suara terbesar ditempati oleh Caleg petahana, yakni Ir. Made Slamet. Dengan suara yang berhasil dikumpulkan sebesar 10.919 suara, Made Slamet diprediksi kembali lagi ke Udayana.

Di Partai Golkar, Ketua Harian DPD Partai Golkar NTB, Ir. H. Misbach Mulyadi memimpin perolehan suara sementara. Ia sukses mengumpulkan suara sebesar 5.545 suara. Misbach mengungguli Caleg petahana, Lalu Darma Setiawan di posisi urut tiga, dengan perolehan suara sebesar 3.364. Suara Darma Setiawan ini masih di bawah posisi suara Edy Sofyan di posisi kedua dengan 4.689 suara.

Di PKS, posisi perolehan suara Caleg terbanyak ditempati oleh TGH. Achmad Muchlis dengan perolehan suara sebanyak 9.463. Sebagai peraih suara terbesar, Achmad Muchlis diprediksi berpeluang untuk melenggang ke Udayana.

Data rekapitulasi C1 yang diolah Muzihir tersebut tidak jauh berbeda dengan data C1 yang diolah Tim Internal DPW PKS NTB.

Ketua DPW PKS NTB, H. Abdul Hadi yang dikonfirmasi terpisah sebelumnya menyampaikan bahwa ke lima partai yang disebutkan dalam data Muzihir tersebut juga sama hasilnya dengan PKS. Bahkan, perkiraan Caleg yang akan terpilih juga tidak memperlihatkan adanya perbedaan antara data Muzihir dengan data yang dihimpun PKS.

‘’Kita di Mataram dapat, insya Allah kalau data data C1 kami, yang berpeluang dapat kursi itu, TGH. Achmad Muchlis,’’ kata Hadi.

Dari peta perolehan suara di Dapil I Kota  Mataram tersebut, maka empat dari lima anggota DPRD NTB yang membali mencalonkan diri di Pileg 2019 ini, dua diantaranya diprediksi tersingkir. Yakni, Lalu Darma Setiawan dari Partai Golkar dan Abdul Karim dari Partai Gerindra.

Sementara, dua Caleg petahana yang diperkirakan kembali melenggang yakni Made Slamet dari PDIP, dan Muzihir sendiri dari PPP. Sementara satu orang anggota DPRD NTB dari Partai Demokrat, HMS. Kasdiono tidak lagi mencalonkan diri. Diperkirakan, Demokrat tidak bisa mempertahankan kursinya setelah tidak diperkuat Kasdiono. Sehingga jatah Demokrat diambil oleh PKS.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri tak menampik data yang disajikan Muzihir dari PPP dan data dari internal PKS tersebut. Mahalli menegaskan, pihaknya masih menunggu hasil resmi penghitungan yang saat ini tengah berjalan.

‘’Memang menurut informasi dari beberapa teman seperti itu. Artinya teman-teman PPP dan PKS, memang sudah melansir di media. Tapi kami masih menunggu hasil KPU. Karena kami tahu teman-teman di Kota Mataram sudah bekerja keras,’’ ujarnya.

Mahalli menegaskan, Demokrat NTB baru bisa memastikan apakah akan mendapatkan ataukah akan kehilangan kursi Dapil Kota Mataram jika telah memperoleh data final dari KPU.

‘’Sementara ini boleh sajalah diinformasikan oleh teman-teman karena mungkin ada kompetitor kita yang merasa ingin membuat opini, silakan saja. Tapi kami juga di Demokrat masih berupaya menghimpun C1 dan lain sebagainya,’’ tegas Mahalli. (ndi/aan)