NTB akan Buka Dua Jalur Baru Pendakian Rinjani

Ilustrasi pendakian Rinjani (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Hingga saat ini, jalur pendakian Gunung Rinjani lewat Sembalun dan Senaru belum bisa dibuka lantaran kondisinya yang rusak akibat gempa, Agustus 2018 lalu. Pemprov NTB berencana akan membuka dua jalur pendakian  baru lewat Sembalun dan Senaru.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. L. Moh. Faozal, S. Sos, M. Si mengatakan, pihaknya akan melakukan survei ulang kondisi pendakian Rinjani. Pasalnya, survei yang dilakukan Maret lalu gagal karena terjadi gempa. Di mana pada saat itu, tim survei baru sampai Pelawangan terus terjadi gempa. Karena gempa, tim survei kemudian turun.

Baca juga:  Status Gunung Rinjani Waspada Level II

‘’Kita tentukan lagi dengan PVMBG dan TNGR dan tim untuk melakukan survei ulang. Besok kita rumuskan sama TNGR dan PVMBG. Mungkin ada jalur baru yang akan kita buka dengan melihat rekomendasi PVMBG,” kata Faozal, Minggu, 21 April 2019.

Faozal menyebutkan, ada rencana membuat dua jalur pendakian baru. Satu lewat Sembalun dan satu lewat Senaru. Kemudian satu lagi jalur yang sudah mulai dibuka yakni Aik Berik Lombok Tengah.

‘’Bisa jadi kita tidak gunakan jalan tradisional yang lama. Tetapi akan buat jalan baru. Namun pintu masuknya tetap Sembalun dan Senaru. Mengubah rutenya saja,’’ jelasnya.

Baca juga:  Bukit Sekitar Gunung Rinjani Terbakar

Faozal menambahkan, pendakian Rinjani merupakan destinasi minat khusus yang dinantikan wisatawan. Ia menyebut, 30 persen wisatawan mancanegara yang datang ke NTB, tujuannya adalah Rinjani.

Pembukaan pendakian ke Rinjani, lanjut Faozal harus memperhatikan aspek keselamatan. Sehingga, Pemprov akan melibatkan Direktorat Topografi TNI Angkatan Darat (AD) melakukan survei ke Rinjani. Pembukaan jalur baru pendakian ke Rinjani akan dibahas bersama TNGR, PVMBG dan Direktorat Topografi TNI AD.

‘’Surat Pak Gubernur sudah kita buat mengundang Topografi TNI AD membantu kita membuat rute yang baru,’’ pungkasnya. (nas)