KPU Minta Semua Pihak Tak Berlebihan Sikapi Hasil QC

Suhardi Soud (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Hasil quick count (QC) sejumlah lembaga survei nasional sebagian besar memprediksikan pasangan Capres/Cawapres 01 H.Joko Widodo- KH. Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf Amin) mengungguli pasangan Capres/Cawapres 02 Prabowo Subianto- H.Sandiaga  Salahuddin Uno (Prabowo-Sandi) perolehan hasil pemungutan suara Pilpres 2019.

Menanggapi hasil QC sejumlah lembaga survei tersebut, Ketua KPU Provinsi NTB, Suhardi Soud mengatakan bahwa hasil QC tersebut bukan hasil resmi. Sehingga tidak bisa dijadikan rujukan untuk mendeklarasikan kemenangan oleh semua pihak. Karena itu, ia berharap agar semua pihak, tidak menyikapi berlebihan hasil QC tersebut.

‘’’Yang jelas itu bukan hasil resmi, QC hanya bersifat informasi atas keinginantahuan masyarakat terhadap hasil Pilpres. Namun tetap saja hasil resmi KPU yang akan digunakan,’’ katanya.

Menurutnya, untuk sistem hitung cepat (Situng) KPU sendiri masih belum bisa beroperasi untuk menampilkan hasil penghitungan suara Pilpres. Karena harus menunggu form C1 dikumpulkan terlebih dahulu di kabupaten/kota. Baru kemudian akan diunggah ke laman sistem hitung cepat KPU.

Baca juga:  Sidak Rekapitulasi PPK, TNI dan KPU Temukan Petugas Kelelahan

‘’Kalau Situng KPU kemungkinan baru akan bisa dilakukan (tengah) malam. Karena hasil C1 di masing-masing TPS harus dibawa dulu ke KPU Kabupaten/Kota, baru akan dimasukkan datanya,’’ jelasnya.

Saat ini pihaknya masih fokus melaksanakan proses penghitungan suara pemungutan suara di tingkat TPS yang diprediksi akan selesai pada tengah malam. Dalam proses penghitungan suara tersebut pihaknya telah menekankan kepada jajarannya di tingkat bawah. Seperti KPPS agar memastikan hasil perolehan suara dicatatkan dengan teliti.

‘’Sekarang ini KPU provinsi masih fokus pada perhitungan lima surat suara. Kita sudah ingatkan dalam menghitung dan merekap suara agar sesuai dengan prosedur dan menyelamatkan suara tersebut agar hasilnya tetap sama dengan hasil akhirnya,’’ kata Suhardi.

Di tempat terpisah, Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandi di NTB, Ali Utsman Ahim menyampaikan bahwa tidak terpengaruh dengan hasil QC yang ditayangkan oleh sejumlah lembaga survei. Pihak akan tetap menunggu hasil resmi dari  KPU. Saat ini pihaknya lebih fokus mengawal hasil perhitungan surat di masing-masing jenjang.

Baca juga:  Kalah di Banyak Lini, Partai Baru Butuh Waktu

‘’BPN menginstruksikan agar kita fokus mengawal proses perhitungan dan rekapitulasi suara. Kalau soal kalah menang, kita tunggu hasil resmi KPU,’’ tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin NTB, Made Slamet, menanggapi hasil QC tersebut dengan optimis bahwa Jokwi-Ma’ruf akan menjadi pemenangnya. Sebab sebagian besar lembaga survei menempatkan Jokowi-Ma’ruf unggul. Ia juga meyakini hasil QC tersebut tidak akan berbeda jauh dengan hasil resmi KPU. Namun demikian pihkanya tetap akan mengacu pada hasil resmi KPU.

‘’Yang pasti kita menang, tapi untuk NTB kita belum tahu hasilnya, karena kita juga sedang mengawal hasil Pileg,’’ katanya. (ndi)