19.099 Korban Gempa NTB Terima Jadup Rp11,4 Miliar

Ahsanul Khalik (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Setelah hampir sembilan bulan menunggu, korban gempa di NTB yang rumahnya rusak akibat gempa, Agustus 2018 lalu kini bisa bernapas lega. Pasalnya, Kementerian Sosial (Kemensos) akan mulai mencairkan uang Jaminan Hidup (Jadup) bagi 19.099 jiwa korban gempa sebesar Rp11,4 miliar, Kamis, 18 April 2019 hari ini.

Kepala Dinas Sosial (Disos) NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH yang dikonfirmasi di sela-sela mendampingi Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd meninjau TPS 11 di LLK Selong, Rabu (17/4) mengatakan Jadup tahap I akan cair Kamis (18/4). ‘’Jadup tahap I sudah cair, yang Rp11,4 miliar. Besok (hari ini) sudah mulai didistribusikan,’’ ujarnya.

Ia menyebutkan, penerima jadup tahap I sebanyak 19.099 jiwa atau  5.120 KK. Tersebar di Kota Mataram 2.063 KK atau 7.642 jiwa, Lombok Tengah 181 KK atau 650 jiwa, Lombok Barat 967 KK atau 3.380 jiwa dan Sumbawa Barat 1.909 KK atau 7.427 jiwa.

Baca juga:  BMKG Jelaskan Suara Gemuruh saat Gempa Magnitude 4,3 di Lombok

Dari empat kabupaten/kota, baru Lombok Tengah yang sudah selesai pembuatan rekening warga korban gempa penerima jadup. Kabupaten/kota lainnya seperti Lombok Barat, Kota Mataram dan Sumbawa Barat, korban gempa penerima manfaat jadup sedang dibuatkan  rekening untuk pencairannya.

Berdasarkan Permensos No. 15 Tahun 2014, kata Khalik korban gempa yang sudah menempati hunian sementara boleh menerima jadup. Masing-masing jiwa korban gempa menerima jadup sebesar Rp600 ribu.

Jadup ditransfer ke masing-masing rekening penerima manfaat. Yakni langsung dari Kemensos ke rekening penerima jadup. Hal itu sesuai kesepakatan dengan Kemensos.

Bahwa jadup tidak perlu masuk ke rekening kabupaten/kota atau provinsi. Tapi lebih baik langsung ke rekening penerima manfaat supaya tidak ada kebocoran yang tidak diinginkan.

‘’Jadup tahap I sebesar Rp11,4 miliar. Tahap II nanti masuk sekitar Rp400 miliar lebih. Pokoknya semua yang masuk datanya menerima Rp600 ribu,’’ tandasnya.

Untuk jadup tahap II, mantan Penjabat Bupati Lotim ini mengatakan verifikasi akan mulai dilakukan. Petugas verifikasi langsung turun dari Kemensos dibantu Dinas Sosial.

Baca juga:  Korban Gempa Tuntut Realisasi Perbaikan Rumah

‘’Besok (hari ini) kita Rakor di Mataram. Setelah itu kita turunkan tim untuk verifikasi. Verifikasi paling menghabiskan waktu tidak lebih dari seminggu.  Data masuk, kemudian masuk lagi ke Kementerian Keuangan sekitar dua minggu proses. Selanjutnya masuk ke DIPA Kemensos. Dari sana baru transfer ke rekening penerima manfaat,’’ jelasnya.

Sedangkan untuk tahap II, Pemprov mengusulkan penerima jadup sebanyak 774.449 jiwa atau 198.367 KK yang tersebar di tujuh kabupaten/kota. Antara lain Kota Mataram 329 KK atau 1.249 jiwa, Lombok Tengah 71.255 KK atau 285.508 jiwa.

Selanjutnya, Lombok Barat 24.826 KK atau 149.392 jiwa, Lombok Timur 9.515 KK atau 32.684 jiwa, Lombok Utara 74.374 KK atau 233.541 jiwa, Sumbawa Barat 16.605 KK atau 66.420 jiwa dan Sumbawa 1.463 KK atau 5.655 jiwa. (nas)