Jalur Desa Wisata Pakuan-Sesaot Nyaris Terputus Akibat Longsor

akses jalan wisata desa pakauan - sesaot ini nyaris terputus akibat longsor

Giri Menang (Suara ntb) – Jalur desa wisata di Pakuan kecamatan Narmada Lombok Barat yang menghubungkan desa sesaot  dan sejumlah desa lain di kecamatan narmada serta Lingsar nyaris terputus akibat longsor Minggu,  14 April 2019  Pukul 15.00 wita. Setengah dari badan jalan ini terkena longsor sehingga tak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat.

Akibat nya kendaraan roda empat yang melalui jalur itu terpaksa berbelok arah melalui jalur lain.  Pihak desa berharap agar jalan ini segera diperbaiki,  sebab jika tidak maka jalan ini akan Terputus total.  Jalan ini sendiri telah diperbaiki tiga kali oleh Pemda melalui dinas PU dan BPBD. Hanya saja jalan ini rusak lagi.

Kepala desa pakuan, Ramadhan Haris mengatakan, kejadian longsor terjadi sekitar pukul 15.00 akibat intensitas hujan yang tinggi. “Jalan ini mau putus akibat longsor, sebagian badan jalan longsor.  Sudah tiga diperbaiki tapi rusak lagi,” aku Haris.

Akses jalan selebar 6 meter ini hampir semua terkena longsor sehingga tak bisa dilalui kendaraan roda empat. Jalan ini rusak dipicu tak hanya akibat hujan namun juga kemungkinan lalu lalang kendaraan pengangkut material. Sebab di akses jalan ini sendiri dilalui kendaraan pengangkut galian C.

Akibat kondisi badan jalan sebagian besar longsor, kendaraan  yang lalu lalang dari Desa keru menuju pakuan dan sesaot menuju pakuan terganggu. Kendaraan besar tak bisa melewati jalur ini,  sehingga dialihkan menuju jalur desa lembah Sempage lalu keluar di surenadi. Menurut dia, akses jalan ini pernah diperbaiki terakhir tahun 2017. Bahkan jalan ini tiga kali dipasangkan beronjong namun rusak lagi.

Seharusnya kata dia, di akses jalan ini dibangun kamln jembatan sebab kalau membangun beronjong tidak bisa lagi .  Akses jalan ini sendiri dilalui warga yang berasal dari enam desa, sehingga sangat vital bagi warga.  Langkah desa menangani longsor jalan ini,  pihaknya sudah melaporkan ke kecamatan dan dinas PU.  “Saya mau lapor ke pak bupati,” jelas dia.

Sementara Sekcam Narmada M Busyairi mengatakan, pihaknya sudah menindaklanjuti dengan melaporkan ke BPBD. “Sudah ditindaklanjuti oleh BPBD dengan menurunkan tim ke lokasi,” jelas dia.  Sementara itu, PU PR Made Artadhana mengatakan pihaknya akan segera turunkan tim melakukan pengecekan. (her)