Menristekdikti Visitasi Penegerian Tiga Perguruan Tinggi di NTB

Menristekdikti, H. Mohamad Natsir, didampingi Gubernur NTB, H.Zulkieflimansyah, Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri disambut tarian tradisional saat melakukan visitasi penegerian tiga perguruan tinggi (PT) di NTB. (Suara NTB/humasntb)

Mataram (Suara NTB) – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof. H. Mohamad Natsir, Ak, Ph.D  melakukan visitasi penegerian tiga perguruan tinggi (PT) di NTB. Tiga perguruan tinggi yang akan menjadi negeri adalah Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Vokasi Universitas Mataram (Unram) Bima dan Vokasi Unram di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Saat melakukan visitasi ke Bima, Minggu, 14 April 2019,  Menristekdikti memberikan sinyal Vokasi Unram Bima akan segera menjadi Politeknik Negeri. Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri mengatakan kehadiran Menristekdikti ke Bima merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi masyarakat Bima.

Pasalnya, kedatangan orang nomor satu di Kemenristekdikti tersebut tidak berselang lama dari pertemuan yang dilaksanakan di Jakarta, belum lama ini. Sebelumnya, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc, Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH dan Rektor Unram, Prof. Dr. H. Lalu Husni, SH, M. Hum bertemu Menristekdikti terkait dengan penegerian tiga perguruan tinggi yang ada di NTB.

Indah mengatakan, kedatangan Menristekdikti dalam rangka melihat secara langsung Vokasi Unram Bima yang akan menjadi Politeknik Negeri Bima. Walaupun masih sangat jauh dari kesempurnaan, namun berbagai persiapan telah dilakukan untuk penegerian PT tersebut. Baik dari sisi administrasi, maupun persiapan langsung  di lapangan.

‘’Dengan keterbatasan, kami harapkan  akan terwujud Politeknik Negeri yang ada di Kabupaten Bima,’’ harapnya.

Sementara Rektor Unram, Prof. Dr. H. Lalu Husni, SH, M. Hum menjelaskan sejarah terbentuknya Vokasi Unram Bima. Pada 2012, Bupati, Ketua DPRD dan tokoh masyarakat mendatangi Rektor Unram bersama-sama ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang  diterima Dirjen Dikti.

Dirjen Dikti Kemendikbud menyambut baik keinginan Kabupaten Bima dan KLU mendirikan perguruan tinggi. Pemda sudah siap dari sisi  lahan, gedung, laboratorium dan sarana prasaran pendukung. Sehingga  diberkan izin Prodi Unram di luar domisili berada di Bima dan KLU.

Vokasi Unram Bima terdiri dari tiga Prodi. Yakni Prodi Kesehatan Hewan, Produksi Ternak dan Budidaya Perairan. Sampai saat ini tiga prodi tersebut sudah menamatkan alumni sekitar 105 orang dari hampir 200 mahasiswa yang ada. Pada kesempatan tersebut, Husni berharap Vokasi Unram Bima segera menjadi Politeknik Negeri Bima.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengatakan, banyak pelajaran yang bisa diambil dari sosok Menristekdikti. Salah satunya kerendahan hati. Meskipun menjabat Menristekdikti, namun tidak kehilangan kerendahan hati dan lupa diri.

‘’Saya banyak belajar dari Pak Menteri ini, walaupun jabatannya menteri tapi kerendahan hatinya begitu bagus. Sehingga semakin kita mengenal beliau semakin cinta kita kepada orang  ini,’’ kata gubernur di hadapan Menristekdikti.

Doktor Zul—demikian Gubernur NTB akrab disapa mengatakan, biasanya jika membujuk menteri datang ke daerah butuh waktu empat sampai lima bulan. Namun, Menristekdikti datang seminggu setelah pertemuan di Jakarta pekan lalu.

Terkait dengan penegerian Vokasi Unram Bima menjadi Politeknik Negeri Bima, gubernur berharap masalah lahan segera dibereskan. Ia menyebutkan, dibutuhkan lahan seluas 10 hektare untuk menjadi Politeknik Negeri Bima.

Menrsitekdikti, Prof. H. Mohamad Natsir, Ak, Ph.D  pada kesempatan itu mengatakan, tidak ada satu negara yang maju apabila tidak punya inovasi. Ia mengatakan, negara yang akan memenangkan persaingan yaitu  negara yang punya inovasi dan teknologi.

Inovasi dan teknologi ada dan bisa dilakukan apabila punya sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berkualitas bisa terwujud apabila punya lembaga pendidikan yang mendorong pada inovasi.

Oleh karena itu, pendidikan tinggi berperan sangat penting untuk menggerakkan ekonomi yang ada di suatu negara atau daerah. Sehingga  sangat penting usaha-usaha yang Bupati Bima dalam mengembangkan sumber daya yang ada di Bima.

Misalnya Bima memiliki potensi peternakan dan kelautan perikanan. Sehingga di Vokasi Unram Bima dibentuk tiga Prodi, yaitu Kesehatan Hewan, Produksi Ternak dan Budidaya Perairan.

Pertanyaannya kemudian, setelah munculnya perguruan tinggi tersebut seberapa kontribusinya untuk membangun daerah. ‘’Apakah dengan adanya pendidikan ini, produksi ternak yang ada di sini, meningkat atau tidak? Kesehatan peternakannya apakah meningkat atau tidak? Demikian pula dalam hal perikanan tersebut,’’ kata Natsir.

Menurut Menristekdikti, hal ini menjadi penting. Sehingga keberadaan perguruan tinggi tersebut memberikan nilai tambah bagi masyarakat Bima.

Natsir mengatakan, Presiden Jokowi memerintahkan agar pendidikan tinggi terus dikembangkan di daerah yang memiliki potensi ekonomi  baik untuk masa depan. Baik potensi di bidang pertanian dan perkebunan, pertambangan,  energi dan kemaritiman.

Membangun ekonomi Indonesia, infrastrukturnya tidak hanya Jawa  sentris tetapi Indonesia sentris. Oleh karena itu, daerah-daerah di kepulauan menjadi sangat penting. Pemerintah akan selalu memberikan prioritas untuk memajukan pendidikan di Indonesia termasuk di Pulau Sumbawa.

‘’Politeknik ini harus dibangun di suatu daerah di mana daerah tersebut memiliki potensi. Di Bima potensinya tidak hanya perikanan, pertanian, peternakan saja, ternyata di bima memiliki tambang besar yang lebih besar dari Newmont (kini AMNT),’’ katanya.

Pertanyaannya kemudian, kata Natsir, tenaga kerjanya nanti disuplai dari mana? Jangan sampai putra daerah menjadi penonton dan gigit jari. Jangan sampai putra daerah hanya sebagai pelayan saja. Tetapi putra daerah harus berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Menristekdikti mencontohkan seperti Politeknik di Maluku butuh tenaga kerja untuk membangun blok Masela. Blok Masela membutuhkan tenaga kerja di bidang teknik fisika, teknik geologi, teknik pertambangan, teknik elektro, teknik mesin dan banyak lagi yang harus dikembangkan.

‘’Kalau di sini akan dibangun, Politeknik nya harus sangat mendukung. Maka saya akan sangat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Gubernur  dan Ibu Bupati yang telah menginginkan Bima memiliki satu Politeknik yang kedepannya bisa mendorong NTB lebih baik,’’ kata Natsir.

Menristekdikti menginginkan adanya percepatan. Sehingga potensi-potensi daerah terus digali dengan pengembangan sumber daya manusia.

‘’Mudah-mudahan apa yang dilakukan Bima bisa terwujud dan di koordinasikan ke Dirjen Kelembagaan. Kalau  nanti sudah terpenuhi,  tinggal lapor Presiden untuk penganggaran berikutnya,’’ katanya.

Ia yakin Politeknik Negeri Bima akan bisa terwujud. Jika ada kemauan, kata Natsir, maka pasti ada jalan. Jika tidak pernah melakukan hal ini, maka tidak akan pernah melakukan perbaikan.

Sebagai seorang muslim, kata Natsir, harus menjadi penggerak di dalam ekonomi. Bukan malah menjadi penggerak demo. Tetapi  bagaimana menggerakkan ekonomi rakyat menjadi lebih baik dan lebih sejahtera dan bermanfaat untuk manusia yang lain.

‘’Inilah hal yang dalam teknologi menjadi penting, betul-betul  bisa how to a play untuk menggerakkan teknologi itu untuk membangun teknologi yang ada di daerah itu. Mudah-mudahan Sumbawa, Bima, NTB terwujud perguruan tinggi dan menjadi lebih baik,’’ tandasnya. (nas)