Bupati Lotim Pimpin Aksi Pungut Sampah Pantai Labuhan Haji

Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy pimpin aksi pungut sampah di Pantai Labuhan Haji, Jumat,  12 April 2019. (Suara NTB/Humas dan Protokol Lotim)

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. M. SukimanAzmy memimpin langsung aksi pungut sampah di Pantai Labuhan Haji, Jumat,  12 April 2019. Bupati sengaja mengerahkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Lotim bersama dengan kelurahan dan desa bersama pula dengan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang sedang praktik di Lotim untukmelakukan gotong royong bersih-bersih pantai yang selalu ramai dikunjungi tiap akhir pekan itu.

Pelaksana Tugas  Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Lotim, Didit mengatakan,  gotong-royong bersih-bersih sepanjang Pantai Labuhan Haji dipimpin langsung Bupati Sukiman.

Bupati, katanya, turun langsung membersihkan sampah di sekitar pantai. Aksi bersih-bersih ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Terutama pada musim hujan seperti saat ini. Apalagi, Pantai Labuhan Haji selalu menjadi muara sampah-sampah kiriman dari sungai yang berada di hulu.

Kegiatan bersih-bersih pantai ini diharapkan bisa menjadi pemicu untuk menigkatkan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan. Apalagi saat ini Pantai Labuhan Haji menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup banyak diminati masyarakat.

Jajaran OPD, Kecamatan dan Desa/Kelurahan Labuhan Haji terbagi dalam dua zona. Zona pertama terdiri dari Satpol PP, Bapenda, Setda, Dinas Perkim, Dispora, dan lain-lain dengan lokasi gotong royong mulai dari Pelabuhan Labuhan Haji ke utara sampai ke destinasi wisata Lengkok. Sedangkan zona kedua di antaranya Bappeda, BPKAD, Bakesbangpol, Dinas PMD dengan lokasi dari pelabuhan menuju selatan sampai ke destinasi wisata sepolong.

Masing-masing peserta gotong royong membawa sendiri alat-alat kebersihan sementara Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Lombok Timur menyiapkan dua unit armada dump truck pengangkut sampah.

Ke depan rencananya kegiatan gotong royong serupa akan dilakukan di wilayah perkotaan dan sekitarnya sebagai antisipasi banjir yang terjadi pada musim hujan yang diakibatkan tersumbatnya drainase, karena penumpukan sampah. (rus)