Delapan Caleg Dicoret dari DCT

Yan Marly (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Selama masa kampanye berlangsung, Bawaslu telah memproses cukup banyak pelanggaran dari peserta pemilu. Diantara pelaku pelanggaran tersebut ada yang sudah selesai diproses dan ada juga yang sedang dalam proses.

Diketahui sebelumnya, sebanyak tujuh orang calon anggota legislatif (caleg) yang diproses Bawaslu karena melakukan pelanggaran pemilu, telah dicoret sebagai peserta pemilu oleh KPU. Menjelang hitungan hari pelaksanaan pemilu 2019, tanggal 17 April mendatang, KPU kembali mencoret satu orang caleg dari Partai Berkarya untuk DPRD Provinsi NTB. Sehingga total caleg yang sudah dicoret sebanyak delapan orang.

Anggota KPU Provinsi NTB, Divisi Hukum, Yan Marly yang dikonfirmasi soal pencoretan tersebut, membenarkan. Bahwa pihaknya telah mengeluarkan caleg Partai Berkarya atas nama Agus Karmawan dari DCT karena terbukti melakukan pelanggaran pemilu.

“Kita sudah gelar pleno Rabu (10/4), dan Agus Kamarwan sudah resmi kita coret dari DCT,” ujar Yan Marly kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat, 12 April 2019. Disampaikan Yan Marly, dengan dicoret caleg Partai Berkarya Agus Kamarwan dari DCT. Maka caleg dicoret oleh KPU di NTB bertambah menjadi delapan orang.

Sebelumnya, sudah ada tiga caleg dicoret oleh KPU NTB sesuai dengan rekomendasi Bawaslu NTB. Karena ketiga caleg tersebut terbukti sudah tidak memenuhi syarat lagi pascaditetapkan di DCT. Dan empat caleg dicoret oleh KPU kabupaten. “Jadi ada total delapan caleg sudah dicoret,” sebutnya.

Sampai dengan proses pemungutan suara tanggal 17 April mendatang, ia memperkirakan caleg yang akan dicoret kepesertaannya karena melakukan pelanggaran pemilu bisa bertambah. Pasalnya sampai saat ini masih banyak caleg bermasalah yang sedang dalam proses pemeriksaan oleh Bawaslu. “Ya perkiraan kita caleg dicoret bisa bertambah. Karena ada juga sejumlah caleg sedang diproses di Sentra Gakumdu saat ini,” katanya.

Dia memastikan Caleg yang dicoret caleg sudah divonis bersalah oleh Tipilu dan sudah inkrah, sesuai dengan  surat edaran dari KPU RI nomor 31 Tahun 2018 menegaskan caleg sudah divonis bersalah pengadilan Tipilu dan sudah ikrah harus dicoret dari DCT. “Dan itu sudah kita lakukan,” tegasnya.

Ditempat terpisah, Komisioner Bawaslu NTB, Suhardi, memberikan apresiasi kepada KPU yang sudah mencoret caleg yang divonis bersalah di Pengadilan Tipilu dari DCT.  Caleg sudah divonis bersalah dan sudah inkrah, dipastikan sudah tidak memenuhi syarat lagi pasca ditetapkan di DCT. Sehingga caleg itu harus dicoret dari DCT. “Karena sudah tidak memenuhi syarat lagi di DCT, iya harus dicoret,” jelasnya.

Dia membeberkan, Jika pencoretan caleg di DCT, dilakukan ketika sudah dilakukan proses pencetakan surat suara. Maka nantinya, lanjutnya, Petugas KPPS akan mengumumkan di TPS bahwa caleg tersebut sudah dicoret pada saat pemungutan suara. Jika pun nanti, pada pemungutan suara caleg tersebut ada mencoblos. Maka suara diperoleh itu akan menjadi suara Partai. “Raihan suara diperoleh akan dikembalikan menjadi suara partai,” pungkasnya. (ndi)