Pejabat Pemprov dan Polda NTB Datangi Mabes Polri

Agus Patria (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pejabat Pemprov NTB, Polda NTB dan BP3TKI Mataram menyambangi Mabes Polri, Jumat, 12 April 2019 siang. Kedatangan pejabat Pemprov, Polda NTB dan BP3TKI Mataram ini untuk berkoordinasi dengan penyidik Bareskrim Polri yang sedang menangani kasus Tindak Pidana Pendagangan Orang (TPPO), di mana korbannya sekitar 500 orang dari NTB.

Berdasarkan informasi, dua orang tersangka diduga berasal dari NTB. Koordinasi dilakukan untuk mengetahui modus operandinya bagaimana. ‘’Kemudian bagaimana pengakuan tersangka, berapa orang yang di sini dan sebagainya,’’ kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Dr. M. Agus Patria, SH, MH yang dikonfirmasi Suara NTB via sambungan telepon, Jumat, 12 April 2019 siang.

Agus mengatakan pihaknya berangkat bersama pejabat Ditreskrimum Polda NTB dan Kepala BP3TKI Mataram. Mereka ke Jakarta untuk bertemu penyidik Bareskrim Polri yang sedang menangani kasus TPPO tersebut.

Baca juga:  TKW Korban Kebakaran di Arab Saudi Tak Terima Asuransi

Agus menolak memberikan informasi rinci mengenai perkembangan kasus TPPO tersebut. Ia mengatakan sepulang dari Jakarta, pihaknya bersama dengan Polda NTB akan memberikan keterangan lebih detail mengenai kasus TPPO tersebut. ‘’Setelah itu kita berikan keterangan pers bersama-sama. Nanti saya beri informasi jumlah korban, setelah kita koordinasi. Semua kita koordinasikan di sini,’’ katanya.

Mantan Asisten I Setda NTB ini memastikan,  semua korban TPPO asal NTB akan dipulangkan. Pihaknya sedang berkoordinasi dengan Mabes Polri mengenai pemulangan warga NTB korban TPPO.

‘’Kita dalami kasusnya di Mabes Polri. Polda NTB bersama Disnakertrans dan BP3TKI sedang berada di Mabes Polri dalam rangka koordinasi kasus TPPO tersebut. Informasi selengkapnya nanti,’’ imbuhnya.

Agus menambahkan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lengkap karena masih berkoordinasi dengan penyidik Bareskrim Polri. Termasuk mengenai informasi dua tersangka yang berasal dari NTB juga sedang dicek kebenarannya.

Baca juga:  Jaringan Transnasional TPPO Suriah Belum Terungkap

Bareskrim Polri mengungkap empat jaringan pelaku tindak pidana perdagangan orang yang menyalurkan korban ke Maroko, Turki, Suriah dan Arab Saudi. Sebanyak 1.200 orang menjadi korban. Di mana sekitar 500 orang dari NTB.

Tersangka jaringan Maroko yang ditangkap di NTB bernama Mutiara dan Farhan merekrut korban dari NTB dan Jakarta. Rute perjalanan dalam menyalurkan korban adalah dari Sumbawa dibawa ke Jakarta, kemudian ke Batam untuk memasuki Malaysia, baru ke Maroko.

Pekerja migran Indonesia yang berangkat nonprosedural terungkap saat korban mengalami persoalan, seperti kekerasan, perkosaan, tidak dibayar gaji, baru TKI kabur ke KBRI atau konjen menyampaikan persoalannya.

Untuk jaringan Turki, tersangka yang ditangkap di NTB juga dua orang, yakni Erna Rachmawati serta Saleha yang juga merekrut korban dari NTB dan Jakarta. Rute penyaluran korban dari NTB ke Jakarta menuju Oman dan berakhir di Istanbul. (nas)