Bupati KLU Minta Pendakian Rinjani Via Senaru Dibuka

Mujaddid Muhas (Suara NTB/dok)

Tanjung (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dr. H. Najmul Akhyar, SH.,MH mengirim surat  ke Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).  Surat dikirim tanggal 5 April lalu, isinya meminta agar jalur pendakian Rinjani, khususnya via Senaru segera dibuka.

Alasannya, ada banyak pemandu wisata, trekking organizer,  porter yang menganggur. Surat Bupati KLU itu meneruskan  surat  Asosiasi Tour Operator Senaru (ATOS)  dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kabupaten Lombok Utara (KLU).  Surat nomor 556/163/bup/2019 meminta agar jalur pendakian Senaru dibuka kembali.

‘’Perihal permohonan pembukaan jalur  pendakian senaru sebagaimana aspirasi atau usulan dari pihak ATOS,’’ kata Kabag Humas KLU, Mujaddid Muhas, M.A kepada Suara NTB, Jumat, 12 April 2019 kemarin.

Baca juga:  Rinjani Puluhan Kali Alami Gempa Vulkanik

Dijelaskan Mujaddid Muhas, permohonan dibukanya kembali jalur pendakian Senaru dengan alasan para pelaku pariwisata terlalu lama menganggur. Tercatat sejak gempa Juli 2018 lalu hingga April 2019. Alasan paling prinsip adalah soal pendapatan yang hilang.

‘’Dalam surat permohonan itu, ATOS menuliskan alasan ekonomi. Mereka tidak memiliki penghasilan setelah ditutupnya kawasan Senaru,’’ katanya.

Tidak ingin memaksakan kehendak, pihak ATOS, katanya bersedia mengikuti aturan Balai TNGR sesuai hasil survei. Di mana ada larangan untuk membuat camp di Pelawangan karena permukaan tanah retak dan rawan longsor.

Terpisah Kepala Balai TNGR, Sudiyono memaklumi keinginan organisasi TO tersebut. Soal masyarakat yang menggantungkan harapan penghasilan dari Rinjani, sejak lama menjadi fokus perhatiannya.

‘’Kita sangat memaklumi. Tapi untuk saat ini belum bisa kami penuhi, karena alasan jalur masih berbahaya,’’ kata Sudiyono.

Baca juga:  Rinjani Puluhan Kali Alami Gempa Vulkanik

Surat tersebut pun sudah ditindaklanjuti dengan rapat bersama, namun keputusannya, tidak dapat dipenuhi sementara. ‘’Kami akan survei jalur lagi. Dari hasil survei itu baru diputuskan waktu pembukaan,’’ jelasnya.

Sudiyono mengapresiasi harapan bupati dan ATOS tersebut, karena pertimbangan kemanusiaan. Tapi bagaimana pun juga, faktor keamanan menurutnya tetap yang utama. Jangan sampai terjadi musibah dan memicu timbulnya korban hanya karena kepentingan pariwisata. Untuk itu, ia meminta semua pihak bersabar, sampai survei final untuk kelaikan jalur selesai dilakukan bersama tim gabungan. Soal waktu pengecekan, akan ditentukan setelah koordinasi kondisi cuaca dengan BMKG. (ars)