KBRI Pulangkan 500 Warga NTB Diduga Korban TPPO

Lalu Muhammad Iqbal (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Timur Tengah memulangkan secara bertahap 1000 lebih korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari Indonesia. Dari jumlah itu, sedikitnya 500 orang diantaranya berasal dari NTB.

‘’Sudah. Sebagian besar sudah dipulangkan secara bertahap oleh masing masing KBRI,’’ ujar Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) dan Bantuan Hukum Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Lalu Muhammad Iqbal kepada Suara NTB via pesan instan Jumat, 12 April 2019.

Sejumlah negara yang menampung dan mengidentifikasi korban TPPO diantaranya, Maroko, Turki, Suriah, Yaman dan Arab Saudi.

KBRI masing-masing negara itu bertanggung jawab untuk mengurus proses pemulangan ke daerah asal, termasuk 500 orang yang teridentidikasi dari NTB. Iqbal mengatakan, kondisi para korban baik-baik saja dan diupayakan pemulangan dengan aman. Hanya saja, soal data dan proses teknis, Iqbal yang sedang berada di Ankara, Turki tidak tahu persis. Karena kegiatannya di masing-masing KBRI.

Baca juga:  Jenazah TKI NTB Telantar, Kasdiyono Soroti Imigrasi

Lalu Muhammad Iqbal yang juga menjabat sebagai Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Turki,  memastikan proses yang sama sedang berlangsung. Tidak saja upaya pemulangan dengan selamat, juga pihak Konsulat Jenderal (Konjen) RI di masing-masing negara itu memperjuangkan pemenuhan hak-hak korban yang tercatat sebagai tenaga kerja.

‘’Jadi selain sebagian besar dipulangkan, juga sudah berhasil diupayakan hak-haknya,’’ katanya. Pemenuhan hak seperti biaya hidup selama penampungan, termasuk upah untuk korban yang tercatat sebagai tenaga kerja. Jumlah detail korban yang sudah dipulangkan dan sedang dalam pengurusan, termasuk asal NTB  tak dirincinya.

Baca juga:  TKW Asal NTB Lolos dari Hukuman Mati

Iqbal pada kesempatan itu mengklarifikasi bahwa korban yang teridentifikasi sekitar 500 orang asal NTB tersebut, merupakan akumulasi kasus terjadi sejak beberapa tahun. Mereka tidak hanya terperangkap menjadi korban TPPO untuk modus menjadi TKI, tapi banyak kasus lainnya, seperi modus pelancong.  ‘’Jadi status setiap kasus itu berbeda,’’ pungkasnya.

Pemprov NTB sebelumnya berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memulangkan warga NTB yang menjadi korban TPPO. Tahapannya, akan dilakukan asessment dan pemulihan bagi para korban, khususnya kesehatan dan psikis. Setelah tuntas, lantas dipulangkan ke daerah asalnya secara bertahap.

Setelah korban dipulangkan ke daerah, biasanya akan ditampung lebih awal di Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) NTB di Kota Mataram. (ars)