Dukcapil ‘’Go Digital’’ DPMPD Dukcapil NTB Bimtek 40 Operator SIAK

Pejabat Ditjen Dukcapil Kemendagri saat pemberian Bimtek kepada 40 operator SIAK seluruh kabupaten/kota se - NTB di Hotel Golden Pallace Kota Mataram, Kamis (11/4) siang. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD Dukcapil) mengadakan bimbingan teknis (Bimtek) kepada 40 operator Sistem Administrasi Kependudukan (SIAK) se – NTB. Tujuannya menyamakan persepsi antara semua operator SIAK sebagai ujung tombak  pelayanan perekaman kependudukan dan pencatatan sipil di kabupaten/kota yang ada di NTB.

Kepala Seksi Informasi Administrasi Kependudukan DPMPD Dukcapil NTB, L. Moh. Tesa mengatakan, saat ini ada pembarian sistem yakni SIAK versi 7.3. Dalam sistem ini semua pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil diharapkan serba digital.

‘’Artinya, ini juga sebagai salah satu visi Dukcapil. Yaitu Dukcapil Go Digital,’’ kata Tesa dikonfirmasi Suara NTB di sela-sela Bimtek di Hotel Golden Pallace Kota Mataram, Kamis (11/4) siang.

Tesa menjelaskan, dengan sistem SIAK 7.3 akan memangkas birokrasi pengurusan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil. Artinya, pengurusan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil tidak lagi melalui proses manual dan  bertele-tele, yang membutuhkan tandatangan basah dari pimpinan atau kepala dinas.

‘’Sehingga nanti ruang kerja kami di Dukcapil ini bisa dimana saja selama 24 jam. Jadi pelaksanaan registrasi kependudukan termasuk verifikasi dan tandatangan pimpinan  itu dilaksanakan secara digital,’’ jelasnya.

Tesa mengatakan, pelayanan tidak lagi terfokus pada ruang kerja. Tetapi pelayanan bisa dilaksanakan di mana saja. ‘’Ruang kerja kami tidak lagi konvensional,’’ katanya.

Rencana besarnya pengurusan masalah administrasi kependudukan dan pencatatan sipil  bisa dilaksanakan secara online. Tetapi sistem ini  membutuhkan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM).

Saat ini, persiapan menuju Dukcapil Go Digital sudah mulai dilakukan. Tesa mengatakan, biasanya tandatangan basah kepala dinas untuk KTP, KK dan lainnya secara manual. Hal itulah yang akan dipangkas menjadi tandatangan digital.

‘’Sehingga dimanapun nanti. Kalau Pak Kadis berada tugas di luar daerah, pelayanan tetap jalan. Tidak menunggu untuk tandatangan ketika beliau ada di tempat,’’ terangnya.

Namun, Tesa mengatakan untuk pengurusan KTP, pelayanannya pemohon harus datang ke tempat pelayanan. Karena orang yang memohon KTP harus dilakukan perekaman.

‘’Khusus untuk KTP belum bisa dilakukan murni secara online. Karena diharuskan untuk persyaratan geometrik,’’ imbuhnya.

Tesa menyebutkan, dalam kegiatan Bimtek ini menghadirkan pembicara dari Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sebanyak 40 operator SIAK diundang dari 10 kabupaten/kota di NTB. Masing-masing kabupaten sebanyak empat operator SIAK. (nas/*)