Akibat Banjir, Ratusan Hektar Tanaman Padi di Sekotong Timur Gagal Panen

Ratusan KK Korban banjir di Desa Sekotong Timur Kecamatan Lembar diberikan bantuan oleh Pemda Lombok Barat.

Giri Menang (Suara NTB) – Ratusan KK Korban banjir di Desa Sekotong Timur Kecamatan Lembar diberikan bantuan oleh Pemda Lombok Barat.  Bantuan yang diberikan berupa satu unit tandon air dan kebutuhan sembako. Selain bantuan berupa sembako, petani yang lahan pertaniannya terdampak banjir berharap ada penggantian benih dari pemda agar mereka bisa menanam lagi pada musim tanam II ini. Pasalnya, terdapat 100 hektar tanaman padi mereka gagal panen akibat banjir tersebut. Tak kalah penting, mereka berharap agar pemda menangani persoalan banjir ini secara jangka panjang agar daerah itu tidak lagi menjadi langganan banjir tiap tahunnya.

Kepala desa Sekotong Timur H Ahmad mengatakan, pemda melalui BPBD dan OPD lain sudah turun memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana banjir di wilayahnya. Bantuan yang diberikan, sepeerti beras 3 karung, Mie instan 12 kardus, air 12 kardus, selimut 30 buah dan minyak 2 kardus serta sarden. Selain bantuan dari pemda, pihaknya dari pemerintah desa juga memberikan bantuan beras kepada 150 KK masing-masing KK diberikan 5 kilogram, mie instan, kecap, saus dan logistik lainnya. “Kami berikan beras karena kalau 3karung dibargi 150 KK kan sedikit mereka dapat, makanya kita berikan juga dari desa,”jelas dia.

Lebih jauh kata dia yang paling penting kata dia terkait penanganan lahan pertanian yang terdampak banjir. Terdapat 100 hektar lahan terdampak banjir, sebagian besar kondisi padi siap panen. Namun akibat hanyut dan tertimbun material yang terbawa banjir sehingga tak bisa dipanen. Bahkan kata dia, ada padi yang sudah dipanen ikut hanyut terbawa banjir. Banyak juga padi milik petani yang sudah disabit ikut hanyut.  Menindaklanjuti persoalan ini pihaknya sudah bersurat ke pemda dengan tujuan ke sejumlah dinas terkait yang membidangi persoalan ini. “Ada 100 herktar tanaman pagi milik petani gaga panen akibat banjir kemarin. Karena itu kami sudah kirim tujuh surat langsung ke pak bupati, ke dinas pertanian, ketahanan pangan, BPBD dan dinsos,”jelas dia.

Pihaknya bersurat ke OPD terkait agar mereka turun ke lokasi bencana banjir. Sebab kata dia petani rugi besar akibat gagal panen. Mereka berharap ada penggantian benih agar mereka bisa menanam lagi. “Mereka sangat berharap ada bantuan penggantian benih agar bisa menanam lagi,”jelas dia. Selain bantuan benih, petani juga berhadap ada semacam bantuan beras untuk memenuhi sehari-hari mengingat mereka mengalami gagal panen.  Jika tidak ada respon dari OPD tegas dia, ia mengancam akan melakukan aksi. “Kita lihat dulu respon OPD ini,”tegas dia.  Ia mengkritisi Dinsos yang belum sama sekali turun membantu warga.

Sementara itu,Kasi Logistik BPBD Lobar Tohri mengatakan pihaknya sudah mendroping bantuan berupa tandon satu buah, beras 300 kilogram, minyak goring 2 kardus, mie instan 20 kardus, air minera 12 kardus dan tikar 30 lembar, air bersih 1 tengki dari DInsos dan sarden 2 kardus. Bantuan ini kata dia berasal dari BPBD dan dinsos. Untuk penanganan rumah warga yang dilaporkan rusak di lokasi, pihaknya menunggu laporan resmi dari desa, apakah rumah itu rusak akibat banjir ataukah yang lain. “Kita tunggu laporan dari desa dulu,”jelas dia.

Lebih lanjut kata dia, untuk penanganan jangka panjang pihaknya sudah koordinasi dengan bidang kedaruratan. Sebab pihaknya sendiri sudah berusaha membuat laporan dan kajian serta perencanaan penanganan kedepan melalui pemasangan beronjong dan talud. Pihaknya juga sudah mengusulkan ke pusat untuk penanganan,”tapi sampai sekarang belum berhasil, apalagi kondisi pascgemapa begini kita masih terkendala dana,”jelas dia. Ia berharap dengan kejadian banjir kemarin OPD terkait seperti dinas PU diharapkan bisa memprogramkan.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian H Muhur Zokhri mengatakan, pihaknya sudah meminta KCD Lembar untuk turun  melakukan pendataan. Pihaknya sendiri menunggu laporan tersebut untuk selanjutnya dilaporkan ke provinsi.”Kita laporkan ke provinsi agar dapat bantuan berupa benih,”jelas dia.  Kadis PU PR Made Artadana mengatakan, terkait banjir di sekotong timur disebabkan alur air terganggu karena itu perlu penanganan talud sungai. Untuk penanganan jangka panjang tak hanya di wilayah Sekotong Timur, pihaknya sudah dipanggil oleh  Bupati bersama BWS dan Dandim untuk restorasi dan memperbaiki sungai mulai dari hulu ke hilir di setiap kecamatan yang ada potensi banjir.”Ini lah nanti jawaban nanti untuk penanganan jangka panjangnya,”jelas dia. (her)