Rakernas Astindo Komit Dukung Lombok “Bangkit” Pascagempa

Giri Menang (suarantb.com) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah melalui Sekda NTB, Dr. H. Rosiadi Sayuti resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) tahun 2019 Asosiasi Travel Agen Indonesia (Astindo) di Hotel Aruna Senggigi, Lombok Barat Senin 8 Maret 2019 kemarin.

Jajaran pengurus Astindo pusat hadir bersama perwakilan 16 provinsi di Indonesia. Melalui momentum ini, Astindo memperkuat komitmennya mendukung sektor pariwisata dan ekonomi Lombok, NTB bangkit kembali pascagempa semester II tahun 2018 lalu.

Ketua OC Rakernas Astindo, Heri Nurcahyo menyebut acara Rakernas berlangsung tiga hari  (7-9 April 2019). Sejumlah kegiatan akan dilaksanakan. Selain Rakernas, juga tour ke beberapa destinasi wisata dan investasi di NTB.

Rakernas menghadirkan 30 seller yang akan mempromosikan Lombok. Dan ada 100 buyer yang akan “menjual” Lombok dan Sumbawa dalam konteks promosi destinasi wisata. Harapannya, Astindo akan berkontribusi mendukung kebangkitan NTB pascagempa.

Mewakili gubernur, Sekda NTB, Rosiadi Sayuti menceritakan bagaimana pariwisata berkembang di Lombok sejak tahun 80-an. Dalam kurun waktu hingga sekarang, beberapa kali pariwisata Lombok dihantam. Salah satunya pengaruh bom Bali. Lalu pada 2018, rentetan gempa terjadi yang mengakibatkan sektor pariwisata provinsi ini nyungsep. Kembali, Lombok  harus merintis kepercayaan dunia terhadap pariwisatanya.

Dengan rentetan gempa besar di Lombok, ahli gempa kata Sekda, dari komunikasinya langsung, bahwa sesungguhnya Lombok patut bersyukur hikmahnya. Secara keilmuan, dalam waktu cukup panjang Lombok bebas gempa karena seluruh energinya telah keluar.

“Kami sampaikan terimakasih Rakernas ini memilih Lombok dan komitmennya membangkitkan Lombok. Karena itu, tugas kami sekarang memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan kepada siapapun yang datang,” demikian Sekda.

Pada Rekernas ke-V ini, turut hadir, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, L. Bayu Windya, serta jajaran pengurus DPD Astindo NTB. kegiatan ini juga didukung hampir seluruh hotel dan restoran, pemerintah daerah dan stakeholders lainnya. Selain membahas isu-isu strategis, juga diselenggarakan table top.

Ketua Astindo, Ely Hutabarat mendengar apa yang dikemukakan Sekda NTB tegas mengatakan, Astindo telah mendapatkan “kunci emas” untuk menjual Lombok ke mitra-mitranya di berbagai negara di belahan dunia. Lombok oleh ahli dinyatakan sangat aman dari gempa dalam jangka yang relatif panjang. Di luar kemampuan manusia.

“Kita telah sepakat bersama ingin Lombok bangkit. Kita lakukan bersama-sama. Dan permintaan DPD Astindo NTB meminta diadakan di Lombok. Sampai disepakati sebagai tuan rumah,” jelas Ely.

Kewajiban Astindo menurutnya membawa orang-orang kembali ke Lombok. Melihat besarnya semangat Lombok kembali bangkit. Selain itu, secara nasional juga Astindo tengah memperjuangkan sektor pariwisata menggeliat kembali dengan upaya komunikasi dengan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan untuk berbuat lebih lagi agar maskapai menurunkan harga tiket. Agar lalu lalang orang kembali hidup.

“Kita sudah bersurat. Dan kita akan kawal terus harga tiket pesawat ini turun. Karena dampaknya cukup besar terhadap pariwisata nasional,” demikian Ely Hutabarat.

Untuk menghadapi persiangan yang kian ketat dengan negara-negara lain. Astindo juga menggiatkan sertifikasi kepada anggota dan karyawan. Tanpa terkecuali, seluruh anggota Astindo didorong berpartisipasi memanfaatkan fasilitas ini. Agar daya saing SDM Astindo tak kalah dibanding negara-negara lainnya.

Ketua DPD Astindo, Awan Aswinabawa optimis. Melalui kegiatan Rakernas diyakini akan menjadi salah satu daya ungkit untuk perkembangan dan proses pemulihan pariwisata di NTB. apalagi yang hadir pada kegiatan Rekernas adalah “macan-macan” pioner pariwisata Indonesia. Yang diharapkan akan membantu Lombok mempercepat recovery.

Lalu Rakernas juga menjadi moment yang baik untuk belajar. Apalagi para sesepuh/pelaku pariwisata nasional hadir. Materi di dalamnya adalah Digilog untuk mempersiapkan SDM yang andal menghadapi persaingan. (bul)