Kementerian PUPR Optimis Pembangunan RTG Tuntas Empat Bulan

Wapres Jusuf Kalla didampingi Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah meninjau progres pembangunan RTG di Dusun Montong Dao Desa Teratak Kecamatan Batukliang Utara Loteng, Sabtu, 6 April 2019. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian PUPR optimis pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG)  bagi korban gempa yang rumahnya rusak berat akan tuntas dalam waktu tiga sampai empat bulan ke depan. Dengan catatan, jumlah tukang dan bahan bangunan tercukupi.

‘’Kalau misalnya bahan atau tukang ada (cukup), tiga sampai empat  bulan lagi selesai (terbangun),’’ ujar Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Dr. Ir. Danis H. Sumadilaga, M.Eng.Sc dikonfirmasi di sela-sela mendampingi Wakil Presiden (Wapres), Jusuf Kalla meninjau progres pembangunan RTG di Dusun Montong Dao Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, Sabtu, 6 April 2019.

Danis mengatakan, memang banyak kendala yang dihadapi dalam upaya percepatan pembangunan Huntap korban gempa yang rumahnya rusak berat. Mulai dari kekurangan tukang, bahan bangunan hingga kesalahan pendataan kerusakan rumah rusak berat.

Untuk mempercepat pembangunan RTG, akan didatangkan sekitar 1.000 tukang dari luar daerah. Dengan demikian diharapkan akan mempercepat pembangunan Huntap bagi korban gempa.

‘’Mau menambah tukang dari luar. Itu kan 1.000 orang untuk membantu mempercepat,’’ sebutnya.

Ia mengatakan, jumlah tukang yang ada di Lombok tak sebanding dengan jumlah rumah warga yang rusak berat. Karena semua ingin pembangunan Huntap cepat selesai, maka jumlah tukang perlu ditambah.

Ia menyebut dalam satu unit rumah, jumlah pekerja sebanyak empat orang. Jika dikalikan dengan puluhan ribu rumah yang rusak berat, maka dibutuhkan banyak tenaga kerja. ‘’Satu rumah yang bekerja empat orang. Di beberapa tempat ada yang bergantian,’’ ujarnya.

Baca juga:  Wapres Minta Koreksi Data Anomali Korban Gempa

Danis mengatakan, perlunya dilakukan pendataan kerusakan rumah warga. Ada rumah yang tercatat rusak berat, tetapi setelah dilakukan pengecekan ternyata rusak ringan.

Di Desa Teratak data awalnya ada 800 KK terdampak. Sebanyak 500 KK rekeningnya sudah terisi. Dari jumlah tersebut sebanyak 400 KK yang sudah pasti, sementara 100 KK datanya masih perlu perbaikan. Karena seharusnya rusak sedang tetapi  tercatat rusak berat.

Danis mengatakan, kemungkinan ada ribuan data yang perlu diverifikasi kembali. Semuanya, saat ini sedang diverifikasi kembali oleh Pemda.

‘’Supaya benar-benar, yang rusak berat dapat Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta, rusak ringan Rp10 juta. Kasihan kalau rusak berat tapi uangnya kurang. Tapi sebaliknya juga rumahnya rusak sedang, jangan disebut rusak berat,’’ katanya.

Terkait dengan pendataan kerusakan korban gempa ini, kata Danis merupakan kewenangan Pemda. Kementerian PUPR bertugas memastikan bahwa dengan bantuan stimulan yang ada, masyarakat membangun rumah tahan gempa. Jangan sampai masyarakat membangun rumah tidak tahan gempa.

‘’Sekarang datanya tinggal diperbaiki saja. Nanti SK-nya diperbaiki. Saya belum tahu datanya. Dicek kembali oleh  BPBD provinsi dan Satgas yang ada di sini,’’ tandasnya.

Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla (JK) meninjau progres pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) di Dusun Montong Dao, Desa Teratak Lombok Tengah (Loteng). Didampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc, Wapres melihat satu persatu rumah korban gempa yang sudah dibangun masyarakat bersama TNI.

Wapres mengatakan pembangunan huntap bagi korban gempa akan selesai atau tuntas.”Insya Allah semuanya selesai pada waktunya, dan bagus sekali (rumah yang sudah terbangun),” kata Wapres dihadapan seratusan warga dan fasilitator Rekompak di Dusun Montong Dao Desa Teratak Kecamatan Batukliang Utara Loteng, Sabtu (6/4).

Baca juga:  Aparat Awasi Pembangunan RTG

Wapres mengharapkan,  masyarakat agar dihindarkan dari musibah. Tetapi kalau terjadi musibah, maka pemerintah baik pusat dan daerah termasuk TNI/Polri dan relawan siap akan membantu dan memfasilitasi masyarakat.

‘’Tentu pemerintah sangat memperhatikan apa yang terjadi pada masyarakat. Pemerintah akan selalu membantu apabila ada musibah,’’ katanya.

JK mengatakan bantuan hunian tetap (Huntap) yang diberikan pemerintah tujuannya mengurangi beban atau kesulitan masyarakat yang terkena bencana. Ia mengajak masyarakat agar merawat dan memelihara rumah yang sudah dibangun tersebut.

Pada kesempatan tersebut Wapres mengajak masyarakat agar ikut membantu gubernur, bupati, TNI dan Kementerian PUPR yang menangani pembangunan rumah rusak berat akibat gempa.

Progres pembangunan RTG di NTB sampai 5 April lalu berdasarkan data Pemprov, sebanyak 3.831 Huntap sudah terbangun. Sedangkan yang dalam proses pembangunan 15.678 unit.

RTG yang sudah terbangun terdapat di Kota Mataram 342 unit, Lombok Barat 398 unit, Lombok Utara 338 unit, Sumbawa 630 unit, Lombok Timur 955 unit, Lombok Tengah 842 unit, Sumbawa Barat 426 unit.

Sedangkan RTG yang sedang proses pembangunan di Kota Mataram 1.456 unit, Lombok Barat 1.970 unit, Lombok Utara 4.409 unit, Sumbawa 1.259 unit, Lombok Timur 4.341 unit, Lombok Tengah 1.231 unit dan Sumbawa Barat 961 unit. (nas)