Sistem Transportasi untuk Penonton MotoGP Mulai Dirancang

Bayu Windiya (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perhubungan Provinsi NTB mulai mempersiapkan rancangan manajemen transportasi angkutan darat pada pelaksanaan MotoGp 2021 mendatang. Dari udara, diperkirakan tak ada kendala. Mengingat armada udara, didukung fasilitas Bandara Lombok Internasional Airport telah cukup memadai.

Demikian juga yang datang dengan menggunakan jalur laut. Dapat melalui Pelabuhan Lembar atau juga melalui penyeberengan langsung Bali – Gili. Laut dan udara cenderung tak terlalu ribet. Yang menjadi perhatian utama adalah manajemen transportasi untuk angkutan darat. Menurut Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Drs. L. Bayu Windiya, MM, untuk manajemen traffic sangat mungkin akan digunakan shuttle bus.

Shuttle Bus adalah bus kecil yang umumnya punya basis yang sama dengan truk kecil. Berfungsi mengantarkan penumpang dari suatu daerah yang posisinya manjauh dari jalur utama, menuju pangkalan bus yang ada di jalan besar. Layanan bus menggunakan bus di jalan konvensional untuk membawa penumpang dalam perjalanan jarak lebih pendek.

Baca juga:  Sukseskan MotoGP, Landasan Pacu BIL Diperpanjang Jadi 3,3 Kilometer

Shuttle bus ini sangat mungkin kita akan gunakan. Dari Bandar udara akan selalu tersedia angkutan kemanapun. Mau ke utara, Senggigi dan sebagainya, shuttle bus akan selalu tersedia,” kata L. Bayu. Dalam skenario ini, seluruh pengusaha transportasi dapat terlibat. Tanpa terkecuali Perum Damri.

Karena itu, kepada pengusaha transportasi darat di daerah ini, diimbau untuk mempersiapkan diri dari sekarang. “Lakukan pengecetan dari sekarang, perbaikan-perbaikan. Percantik armadanya,” jelas L. Bayu. Beberapa hal yang ditekankan menjadi aspek penting soal keutamaan keselamatan kepada penumpang.

Pemerintah telah mewajibkan untuk dilakukan kir kendaraan. Yang terbayang, kata L. Bayu, setiap kendaraan umum yang akan digunakan untuk mengangkut lalu lalang penonton MotoGP di 2021 mendatang harus tertempel stiker lolos kir. Selain soal kenyamanan dan keselamatan, aspek hospitality atau dapat diartikan ramah-tamah dan murah hati dalam menerima dan menghibur para tamu yang akan berkunjung meramaikan event internasional MotoGP di Lombok.

Baca juga:  Polda NTB Jamin Keamanan Pembangunan Sirkuit MotoGP

“Tidak boleh ada pengemudi yang nyebeng-nyebeng (cemberut) nanti. Harus ramah tamah dan senyum. Karena ini berkaitan dengan image kita ke dunia internasional,” jelas L. Bayu. Untuk pelaksanaan MotoGP, diperkirakan jumlah penonton mencapai 150 ribu.

NTB pernah menangani event dengan tamu terbanyak 20.000 pada MTQ. Melihat kesuksesan tersebut, L. Bayu meyakini NTB siap menangani tamu yang 7 kali lipat jumlahnya dibandingkan dengan tamu MTQ. Terutama kesiapan dalam hal moda transportasi daratnya.

Bahkan hal kecilpun, Dishub menekankan kepada perusahaan-perusahaan transportasi darat umum lainnya untuk mempersiapkan pelayanan para pengemudi dan armadanya. “Jangan sampai terjadi seperti salah satu kasus. Penumpang muntah gara-gara pengemudi terlalu wangi. Ini juga harus menjadi perhatian perusahan jasa angkutan umum. Dan saya pikir ada Blue Bird, ada Rangga Taksi, ada Damri di sini. Siaplah kita menerima tamu dari berbagai asal saat MotoGP nanti,” demikian L. Bayu. (bul)