Polda NTB Tegaskan Netralitas Kawal Pemilu 2019

BEM Unram berunjuk rasa di Mapolda NTB Kamis (4/4). Mereka menuntut penegasan netralitas Polri dalam mengamankan Pemilu 2019. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Divpropam Mabes Polri turun tangan menyelidiki dugaan anggota Polri di Kota Bima tidak netral dalam Pemilu 2019 ini. Tangkapan layar percakapan aplikasi pesan instan diduga hasil ubahan. Polda NTB menegaskan kembali netralitasnya.

Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda NTB AKBP H.  Purnama ditemui Kamis, 4 April 2019 usai menerima perwakilan unjuk rasa BEM Universitas Mataram. “Isu capture WA (Whatsapp) telah dilakukan Propam Polda NTB diawasi Propam Mabes Polri. Hasilnya itu tidak terbukti. Kita sudah periksa anggota juga analisis secara digital forensik,” terangnya.

Pemeriksaan Propam itu meliputi permintaan keterangan Kapolres Bima Kota, serta sejumlah anggota Polri lainnya. “Itu merupakan hoaks silakan masyarakat cerdas menyikapi isu yang berkembang di media sosial itu. Pelakunya masih ditelusuri,” terangnya. Dia menambahkan, penyebaran tangkapan layar percakapan pesan itu menunjukkan adanya indikasi pihak tertentu yang berupaya mendelegitimasi peran kepolisian dalam pengamanan Pemilu 2019.

“Polri komit untuk tetap netral sebagaimana perintah Undang-undang diantaranya dalam pengamanan Pemilu ini,” sebut Purnama. Dugaan tidak netralnya Polri tersebut memicu BEM Universitas Mataram menggelar aksi unjuk rasa di Mapolda NTB Kamis, 4 April 2019.

Koordinator Umum aksi, M. Amri Akbar dalam aksinya menerangkan, demokrasi mengusung kemerdekaan individu dalam memberikan dan menjalankan hak politiknya dalam Pemilu. “Kami meminta komitmen Kapolda NTB untuk menjaga netralitas kepolisian dengan tidak memihak kepada salah satu calon dalam Pemilu 2019,” ucap Amri Akbar. (why)