Gubernur Diundang Menristekdikti, Wagub Buka Musrenbang Provinsi NTB

Najamuddin Amy (Suara NTB/ist/Humas NTB)

Mataram (Suara NTB) – Wakil Gubernur  (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd direncanakan akan hadir membuka dan memberikan arahan umum dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi NTB Tahun 2020 di Mataram, Kamis, 4 April 2019 hari ini.

Karo Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy, menegaskan bahwa kehadiran Wagub sesuai perintah langsung gubernur. Berhubung pada hari yang sama, gubernur diundang langsung dan harus menemui Menristekdikti sesuai Instruksi Presiden beberapa waktu lalu terkait dengan segera beroperasionanya secara mandiri dua Politeknik di Kabupaten Lombok Utara dan di Kabupaten Bima serta proses percepatan Penegerian Universitas Teknologi Sumbawa (UTS).

Najam menjelaskan bahwa komitmen peningkatan SDM NTB adalah salah satu Misi Gemilang NTB, Sehat dan Cerdas. Untuk diketahui bahwa Politeknik di dua kabupaten tersebut masih di bawah binaan Universitas Mataram (Unram).

Baca juga:  TPTGR Segera Adili Penunggak Kerugian Daerah

‘’Gubernur NTB akan hadir didampingi oleh Rektor Unram, Bupati KLU dan Bupati Bima. Kemarin sudah dikoordinasikan dengan Panitia Musrenbang bahwa dua kepala daerah tidak bisa hadir karena menemani Gubernur NTB,’’ ujar Najam.

Gubernur katanya,  tetap mengawal agenda  Musrenbang.  Sebelumnya, gubernur menghadiri langsung Forum Pimpinan Daerah dan Forum Perangkat Daerah 2019. Bahkan, dalam dua forum tersebut gubernur menyaksikan langsung  penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi NTB 2020 juga menyaksikan langsung  paparan para Bupati dan Walikota se-NTB tentang isu strategis dan usulan program/kegiatan untuk menjamin sinergitas, sinkronisasi dan keberlanjutan program-program pembangunan antara pemerintah, Pemprov dan Pemkab/Pemkot,’’ jelas Najam.

Baca juga:  Rp45 Miliar Dana Tanggap Darurat Mengendap

Karo Humas optimis, Musrenbang yang menjadi elemen penting dalam proses berjalannya pembangunan, mampu menyerap aspirasi masyarakat secara menyeluruh. Karena tahapannya dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat bawah.

‘’Semua aspirasi dan masukan yang didapat, bersama-sama pemerintah akan mengintegrasikan hal itu. Musrenbang tahun ini agak unik dan berbeda karena para Kepala OPD dibekali pengetahuan dan metodologi  Balance Score Card (BSC) sehingga bisa mengukur kinerja pembangunan dari perencanaan sampai dengan evaluasinya,’’ ujar Najamuddin Amy. (nas)