Pemprov NTB Bantah Pembiaran atas Pembalakan Hutan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Ir. Madani Mukarom, B.Sc.F, M. Si

Mataram (Suara NTB) – Kasus pembalakan liar kembali marak. Belum lama ini diamankan dua truk kayu diduga hasil pembalakan liar di kawasan hutan lindung Mareje, Lombok Barat (Lobar). Dalam Forum Pimpinan Daerah beberapa hari lalu, Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B. Sc juga menyampaikan bahwa pembalakan liar kembali marak di Sumbawa.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Ir. Madani Mukarom, B.Sc.F, M. Si membantah pihaknya melakukan pembiaran terhadap aktivitas pembalakan liar tersebut. Madani mengatakan, untuk kasus pembalakan liar yang terjadi di Lobar, terduga pelaku sudah ditangkap.

‘’Sudah ditangkap, tak ada pembiaran. Tetap kita jalan dan semua diambil langkah-langkah penegakkan hukum oleh aparat. Ndak ada pembiaran,’’ kata Madani dikonfirmasi di Mataram kemarin.

Dinas LHK melalui Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) katanya, turun melakukan pengawasan di seluruh NTB selama 24 jam selama seminggu. Namun, akibat keterbatasan petugas dengan kawasan hutan yang cukup luas di NTB, ada saja yang lolos dari pengawasan.

Ia kembali menegaskan komitmen Pemprov memberantas pembalakan liar di daerah ini. Siapapun palakunya akan ditangkap dan diproses hukum. ‘’Semua diproses. Pelaku ditangkap semua, ndak ada pembiaran,’’ tegas mantan Kepala KPH Rinjani Barat ini.

Madani menambahkan, kasus pembalakan liar di NTB sudah mulai berkurang. Ia menyebut ada beberapa titik  yang masih ditemukan kasus pembalakan liar. ‘’Pembalakan liar masih ada tapi kecil-kecil sekarang,’’ tandasnya.

Madani menjelaskan, perkembangan penanganan kasus pembalakan liar sejak 2015-2018. Pada 2015, jumlah kasus pembalakan liar sebanyak 37 kasus. Dari jumlah itu, baru satu kasus yang sudah vonis, 20 kasus P21, 2 kasus berproses di Kejaksaan dan 14 kasus penyidikan.

Pada 2016 kasus pembalakan liar menurun jadi 36 kasus. Sebanyak 3 kasus telah vonis, 13 kasus P21, 5 kasus di kejaksaan dan 15 kasus penyidikan. Tahun 2017, kasus pembalakan liar turun menjadi 13 kasus. Dengan rincian, satu kasus tahap penyidikan dan 12 kasus P21.

Terakhir tahun 2018, terdapat 8 kasus pembalakan liar. Dengan rincian 6 kasus sudah vonis, 1 kasus P21 dan 2 kasus penyidikan. Madani mengatakan pihaknya terus berupaya mengungkap pemain besar kasus pembalakan liar yang ada di NTB. (nas)